Furqan AMC menyatakan, genosida bukan hanya soal senjata, tapi soal struktur ekonomi global yang memungkinkan dukungan terhadap perluasan kekerasan.
Ia juga menekankan bahwa perang pada dasarnya bukan hanya dilakukan di medan tempur, tapi juga di ruang rapat perusahaan dan rak pasar saham.
Menanggapi temuan ini, FPN menyerukan kepada investor dan konsumen untuk segera mengevaluasi kembali dukungan mereka terhadap perusahaan-perusahaan yang tercantum dalam laporan PBB.
“Bila mereka masih memberikan dukungan pada genosida secara langsung atau tidak, segera hentikan,” tegas Furqan.
Ia juga meminta akademisi dan pengamat politik untuk aktif mengawasi ekonomi genosida ini dan menyuarakan kritik secara terbuka kepada publik.
Sebagai langkah konkret, FPN mendesak pemerintah Indonesia untuk segera menindaklanjuti laporan ini dengan kebijakan yang jelas dan tegas guna menghentikan genosida di Gaza.
Laporan PBB, yang dirilis awal Juli 2025, menjadi pengingat kuat bahwa kekerasan kolonial modern seringkali disokong oleh infrastruktur ekonomi yang kompleks, menuntut tanggung jawab bersama dari masyarakat, negara, serta sektor pendidikan.
(*)
