Senada dengan Yudhi, Presiden PPI Selandia Baru Radya Mahardika menambahkan, melalui pertemuan langsung dengan pemangku kepentingan, pengetahuan ekspor para pelajar semakin terbuka.
“Para pelajar Indonesia di luar negeri merupakan salah satu garda terdepan dalam perluasan pasar produk Indonesia. Oleh karena itu, untuk meningkatkan neraca perdagangan dengan negara mitra, kolaborasi Kementerian Perdagangan bersama PPI diharapkan akan terus terjalin,” jelasnya.
Selain forum diskusi, dalam kegiatan kali ini juga diluncurkan program bebas biaya kirim produk usaha kecil dan menengah (UKM) Yogyakarta ke Australia dan Selandia Baru yang merupakan kerja sama Atase Perdagangan Canberra dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Program ini mendapatkan dukungan dari Dana Keistimewaan Yogyakarta dengan tujuan membuka akses pasar global ke pelaku lokal. Pelajar di bawah naungan PPI menjadi salah satu pihak yang akan menjadi target pasar dan diharapkan dapat berkembang di lingkungan tempat kuliah dan beraktivitas. Program pelatihan Duta Ekspor juga langsung dimulai dengan sesi pembelajaran secara daring yang tentunya bisa menjangkau ribuan anggota PPI di Australia dan Selandia Baru,” pungkas Haris.
(rel)












