ADVERTISEMENT
EkonomiSumatera Barat

Maksimalkan Ekspor, Gubernur Mahyeldi Minta DKP Sumbar Kembangkan Budi Daya Lobster

81
×

Maksimalkan Ekspor, Gubernur Mahyeldi Minta DKP Sumbar Kembangkan Budi Daya Lobster

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah Melihat Lobster Yang Akan Diekspor
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah melihat lobster yang akan diekspor. (f/dok pemprov)

Mjnews.id – Lobster merupakan salah satu komoditas ekspor yang laku di pasaran. Selama ini, sebagian besar ekspor lobster Sumbar bersumber dari hasil tangkapan nelayan. Untuk itu, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah minta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar maksimalkan potensi perairan laut tersebut.

Menurut Mahyeldi, salah satu upaya yang bisa dilakukan DKP adalah mendorong nelayan untuk memaksimalkan potensi lobster dengan skema budi daya.

ADVERTISEMENT
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Ke depan, ini perlu dikembangkan melalui skema budi daya, sehingga nelayan dapat memperoleh hasil yang lebih optimal,” jelas Mahyeldi di Padang, Rabu (24/1/2024).

Ia mengatakan, pemerintah perlu mengambil peran lebih strategis untuk membantu meningkatkan pendapatan nelayan, terutama nelayan kecil, agar mereka bisa lebih sejahtera sekaligus dapat mengurangi angka kemiskinan.

Baca Juga  Gubernur Sumbar Lantik 11 Pejabat Eselon 2, Ini Detailnya

“Saat ini Nilai Tukar Nelayan (NTN) Sumbar masih di bawah nasional. Karena itu kita harus memikirkan bagaimana program-program kita di pemerintahan bisa mendukung ekonomi nelayan, sehingga dari waktu ke waktu NTN semakin meningkat,” harap Mahyeldi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Reti Wafda menyebut pihaknya sudah mulai merintis upaya pengembangan budi daya lobster sejak 2023 dengan pemijahan 20 ribu benih lobster (BL) di UPTD Balai Perikanan Budidaya Air Laut dan Payau (BPBALP) Teluk Buo, Padang.

Jenis lobster yang akan dikembangkan tersebut adalah lobster mutiara (panulirus ornatus), dan lobster pasir (panulirus homarus).

“Benih lobster itu kita besarkan hingga ukuran jangkrik di UPTD BPBALP, setelah itu baru kita salurkan pada kelompok nelayan budi daya sebagai bantuan pada awal 2024 ini,” ujar Reti.

Baca Juga  Letusan Gunung Marapi Kejutkan Warga Bukittinggi dan Sekitarnya

Ia kemudian mengurai alasan kenapa bantuan benih lobster baru akan didistribusikannya setelah mencapai ukuran setara jangkrik, karena ketika masih berupa benih, lobster akan rentan mati jika tidak mendapatkan penanganan optimal.

Lebih lanjut Kepala Dinas DKP Sumbar menyebut ada tiga daerah yang dinilai cocok untuk pengembangan lobster laut di Sumbar yaitu Pesisir Selatan, Padang dan Kabupaten Kepulauan Mentawai.

“Sepanjang 2023 lalu, total nilai ekspor lobster asal Sumbar mencapai Rp12,063 miliar,” ungkap Reti.

Ia meyakini, jika skema budi daya lobster di Sumbar telah berjalan dan berhasil nilai tersebut akan jauh lebih meningkat, sehingga upaya pemerintah untuk meningkatkan NTN dan mengentaskan kemiskinan di Sumbar dapat tercapai.

Kami Hadir di Google News