pemkab muba
JakartaBeritaKesehatan

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas hingga Jakarta, Teridentifikasi Dua Klaster Sebaran Abu

16
×

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas hingga Jakarta, Teridentifikasi Dua Klaster Sebaran Abu

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260906 110659 TikTok11
Foto Gunung Anak Krakatau. (Dok Tangkapan Layar)

MJNEWS.ID– Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda meluas hingga sejumlah wilayah Banten dan sebagian Jakarta pada Minggu pagi (6/9/2026). Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga pukul 06.00 WIB, abu vulkanik  bergerak ke sejumlah wilayah.

Pelaksana Harian Kepala Balai Besar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati, membenarkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah menyebar hingga sebagian wilayah Jakarta.

ADVERTISEMENT

“Betul (abu vulkanik gunung anak Krakatau) sudah menyebar ke sebagian wilayah Jakarta,” kata Ana Oktavia Setiowati, dikutip dari Kompas.com

Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, serta analisis citra RGB Himawari-9 pada pukul 06.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Sebaran abu vulkanik dari permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki terpantau bergerak ke arah timur laut hingga selatan. Wilayah yang terdampak meliputi sebagian Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.

Sementara itu, sebaran abu vulkanik dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki terpantau bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Sebaran tersebut mencakup sebagian wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.

Ana mengatakan BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau melalui citra satelit Himawari.

“BMKG terus memantau perkembangan sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau melalui citra satelit Himawari setiap 30 menit,” ujar Ana.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Dengan meluasnya sebaran abu vulkanik, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga yang terpaksa harus bepergian juga diimbau menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan abu vulkanik.

Selain masyarakat, wisatawan maupun pendaki diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Imbauan tersebut mengacu pada rekomendasi dan ketentuan keselamatan yang disampaikan PVMBG.

Masyarakat juga diminta terus mengikuti perkembangan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui kanal resmi BMKG, PVMBG, serta pemerintah daerah setempat.

“Pantau terus perkembangan informasi pada kanal media resmi milik BMKG, PVMBG dan pemda setempat,” tandas Ana.

Sebelumnya, Gubernur Banten Andra Soni juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Catatan redaksi:

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dapat berubah mengikuti kondisi angin. Masyarakat di wilayah yang terdampak diharapkan tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti setiap arahan dari otoritas terkait.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT