Jawa Tengah

Ribuan Polisi Kawal Inventarisasi dan Identifikasi Tanah Bendungan Bener di Purworejo

282
Ribuan Polisi Kawal Inventarisasi dan Identifikasi Tanah Berdampak Bendungan Bener di Purworejo. (m. taufik)

Purworejo, MJNews.id – Pembangunan Bendung Bener yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dari Pemerintah Pusat masih menemui kendala dalam pembebasan lahan milik masyarakat.
Pada Selasa 8 Februari 2022, ribuan petugas kepolisian gabungan dari Polda Jawa Tengah, Brimob dan Polres Purworejo diterjunkan ke Desa Wadas, Kecamatan Bener guna melakukan pendampingan kepada petugas dari BWSO, BPN, PUPR dan Dinas Pertanian dalam melaksanakan tugasnya menginventarisasi dan identifikasi tanam tumbuh (pengukuran) tanah di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Dalam kegiatannya, sempat mendapat penolakan dari sebagian warga Desa Wadas yang terdampak pembangunan bendungan Bener sehingga terjadi kericuhan di Komplek Masjid Krajan. Ribuan personil Kepolisian gabungan dari Polda jawa tengah, Brimob dan Polres Purworejo terpaksa melakukan tindakan yang terukur guna pengamanan situasional lokasi. Alhamdulillah semua bisa diatasi dengan cepat sehingga situasi kembali normal.
Puluhan anggota masyarakat yang diduga melakukan provokasi segera diamankan petugas kepolisian untuk selanjutnya dibawa ke Polsek Bener guna didata dan dimintai keterangannya.
Dari puluhan warga yang tertangkap ditemukan senjata tajam berupa golok dan linggis.
Waka Polda Jawa Tengah, Brigadir Jendral Polisi Abiyoso Seno Aji yang hadir di tengah-tengah masyarakat menghimbau kepada masyarakat yang terdampak bendungan agar bisa dan mau mendukung program pemerintah guna kepentingan masyarakat luas.
“Hanya sebagian kecil saja warga masyarakat di sini yang menolak adanya bendungan bener,” jelasnya.
“Saya yakin tidak ada proyek pemerintah yang tujuannya menyengsarakan rakyat. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama mendukung apa yang menjadi program pemerintah,” harapnya.
Kalau bendungan ini bisa terealisasi pembangunannya, tentu akan membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar bendungan sehingga otomatis ekonomi masyarakat bisa meningkat dan sejahtera kehidupannya.
“Polri akan terus menempatkan anggotanya sebanyak mungkin di desa-desa atau wilayah terdampak bendungan sesuai dengan tingkat kerawanan yang ada dan mungkin terjadi,” pungkasnya.
Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) Purworejo, Andri Kristanto menjelaskan bahwa BPN akan melakukan invertarisasi dan Identivikasi tanam tumbuh pohon yang ada di lahan atau orang sering bilang pengukuran. Rencananya akan dilaksanakan sampai dengan tanggal 10 Februari 2022.
“Sudah ada sekitar 370 bidang yang menyampaikanakan permohonan ukur dan sudah masuk di BPN,” jelasnya.
“Mudah-mudahan warga lain yang belum setuju bisa segera mengikuti saudara saudaranya yang setuju untuk dilakukan pengukuran,” harapnya.
Salah satu warga yang tidak mau disebut namanya merasa takut dan tidak nyaman kalau situasi Desa terus begini. “Ini proyek negara dan kita tidak mungkin bisa melawan,” katanya.
Harapannya semua bisa diselesaikan dengan baik dan tidak ada yang dirugikan, sehingga kehidupan warga bisa kembali normal tanpa ada rasa was-was dan ketakutan lagi.
(fix)
Exit mobile version