Konsultan Vokasi
Untuk itu, KADIN bekerjasama dengan IHK Trier Jerman karena Jerman telah terbukti sukses menerapkan pendidikan dan pelatihan vokasi yang ideal.
“Kita lihat di Jerman, industrinya sudah sangat maju dan kita bisa belajar bagaimana mengelola standarisasi industri tersebut karena kuncinya tetap di SDM. Walaupun sudah otomatisasi, tetapi SDM tetap menentukan. Decision maker dan quality control tetap ada di SDM,” tandasnya.
Dengan adanya pelatihan Konsultan Vokasi, maka pelaksanaan vokasi seperti pemagangan di industri bisa berjalan sesuai standar yang benar. Dampak positifnya, kualitas tenaga kerja akhirnya menjadi lebih baik dan mampu meningkatkan daya saing Indonesia sebagai negara terluas di kawasan ASEAN.
“KADIN sebagai dinamisator atau penghubung antara industri, angkatan kerja dan pemerintah sebagai pemutus regulasi berharap langkah ini bisa menciptakan situasi daya saing perindustrian yang tinggi. Apalagi di tahun 2030 Indonesia mendapatkan bonus demografi, sehingga kita perlu menciptakan angkatan kerja yang sudah siap bersaing, siap bekerja untuk kemajuan Indonesia,” katanya.
Terkait pendirian Rumah Vokasi, Andi mengatakan sudah melakukan komunikasi yang intensif dengan Wali Kota Surabaya, Ery Cahyadi. Ia menyebut wali kota sangat mendukung dan siap memberikan support.
“Sehingga siap kerja dan digunakan oleh industri. Tidak hanya di Surabaya, tetapi di seluruh Jatim dan Indonesia, bahkan luar negeri. Karena kita sudah bekerjasama dengan Swiss Contact, IHK Trier dan GIZ. Saya sama Mas Ery Cahyadi telah melakukan komunikasi intensif. Beliau sangat atensi terhadap bagaimana tenaga kerja dari Surabaya bisa terserap sebanyak-banyaknya, bagaimana membuka lapangan pekerja yang seluas-luasnya dan angka pengangguran bisa ditekan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto mengatakan, pelatihan Konsultan Vokasi di Surabaya ini adalah rangkaian pelatihan yang telah di gelar Kadim Jatim bersama KADIN kabupaten/kota. Sebelumnya, pelatihan yang sama telah di gelar di Kota Kediri, Batu dan Pasuruan.
Hingga saat ini, jumlah Konsultan Vokasi di Jawa Timur dinilai masih kurang. Sehingga yang dilakukan KADIN adalah maksimalkan tenaga yang ada agar revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi di Jatim bisa berjalan maksimal.
Hadir sebagai narasumber di antaranya Ketua Umum KADIN Jawa Timur Adik Dwi Putranto, Koordinator Bidang Kemitraan Vokasi IHK Trier Jerman, Andreas Gosche dan Ketua KADIN Kota Surabaya, HM Ali Affandi LaNyalla Mahmud Mattalitti.
(dpd)






