Dikatakan Mensos, bantuan bagi penderita ginjal akut akan diberikan kepada 326 orang, dengan rincian 204 orang meninggal dan 122 orang yang sembuh. Bantuan untuk yang meninggal akan diberikan kepada ahli waris dengan nilai Rp50 juta, sedangkan yang sembuh akan menerima bantuan sejumlah Rp60 juta. Adapun total anggaran bantuan untuk penderita ginjal akut adalah senilai Rp19,22 milyar.
“Ini yang sembuh masih perawatan. Jadi kami minta tambahan sehingga lebih besar dari yang meninggal,” kata Mensos.
Sementara itu, BLT El Nino dianggarkan sebesar Rp7,52 triliun. BLT El Nino akan diberikan kepada 18.800.000 Keluarga Penerima Manfaat dimana masing-masing KPM akan menerima uang tunai sebesar Rp200.000 per bulan. BLT El Nino diberikan selama dua bulan, sehingga per KPM akan menerima total Rp400.000. Namun, Mensos menyebut data penerima BLT El Nino masih akan didiskusikan lagi dengan Kementerian Keuangan karena anggaran tambahan belum masuk ke DIPA Kemensos.
“Data awal di angka 18,8 juta untuk dua bulan. Masing-masing Rp200 ribu. Nah untuk clear data, kami akan komunikasi dengan Kemenkeu dulu untuk jumlah penerimanya,” ujar Mensos saat memberikan keterangan kepada media usai rapat.
Sementara itu, Komisi VIII DPR RI mengapresiasi serapan anggaran Kemensos yang mencapai 79%. Selain itu, para wakil rakyat mendukung penuh penyaluran BLT El Nino dan berharap bantuan tersebut benar-benar diberikan kepada masyarakat terdampak.
“BLT El Niino, kami sangat mendukung karena bisa membantu masyarakyat menghadapi perubahan iklim. Untuk penyaluran lebih baik disalurkan melalui PT Pos,” ujar anggota Komisi VIII DPR RI TB Ace Hasan Syadzily.
Anggota Komisi VIII mendorong agar Kemensos melihat kembali data penerima bantuan El Nino, terutama dampaknya yang bisa menimbulkan keluarga miskin baru yang belum terdata dalam DTKS.
(rel)











