Kepulauan Riau

Kepri Terima Program Hibah Investasi Compact-2 MCC Amerika Serikat

253
×

Kepri Terima Program Hibah Investasi Compact-2 MCC Amerika Serikat

Sebarkan artikel ini
Kepri Terima Program Hibah Investasi Compact-2 MCC Amerika Serikat
Rapat dan Presentasi Program Compact-2 MCC di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (7/4/2022). (f/diskominfo)

KEPRI, Mjnews.id – Satu lagi sumber pembiayaan infrastruktur membantu Pemprov Kepri untuk mengembangkan wilayah Kota Tanjungpinang. Millenium Challenge Corporation (MCC) melalui program Compact-2 yang difokuskan pada lima provinsi di Indonesia selain Sulut, Sumsel, Riau dan Bali yang menjadi sasaran hibah investasi yang bersifat time bound ini. 
MCC adalah lembaga bantuan luar negeri Amerika Serikat (AS) untuk membantu perjuangan melawan kemiskinan global. MCC mengalirkan hibah dari hasil pembayaran pajak masyarakat AS untuk memberi manfaat bagi negara-negara sedang berkembang yang didirikan oleh Kongres AS pada Januari 2004. 
Sedangkan Program Compact adalah program kerja sama antara MCC dengan suatu negara untuk mendanai proyek-proyek spesifik selama 5 tahun yang ditargetkan untuk mengurangi kemiskinan dan mendorong ekonomi. 
Pada Desember 2018, Dewan Direksi MCC memutuskan bahwa Indonesia terpilih untuk dapat menerima Hibah MCC untuk Program Compact kedua. Kementerian PPN/Bappenas telah ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia sebagai koordinator mitra MCC dalam tahap perencanaan Program Compact kedua ini. 
Di Kepri sendiri, Pengembangan Pelabuhan Kuala Riau Tanjungpinang menjadi proyek strategi yang diajukan untuk dibiayai pembangunan infrastrukturnya melalui Program Compact-2 ini. Pelabuhan Kuala Riau selama ini dikenal sebagai masyarakat dengan nama Pelantar I dan Pelantar II. 
Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad menambahkan bahwa pengembangan Pelabuhan Kuala Riau yang merupakan integrasi Pelantar I dan II adalah bagian komprehensif dari kota Tanjungpinang. 
“Selama ini digunakan untuk kepentingan logistik masyarakat dan kondisinya hanya sangat padat dengan alur lalu lintas satu jalur. Tujuan integrasi adalah untuk memudahkan alur logistik yang selama ini tinggal timenya memakan waktu rata-rata satu minggu” papar Gubernur Ansar pada Rapat dan Presentasi Program Compact-2 PKS di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis 7 April 2022. 
Kemudian menurut Gubernur, adanya pelabuhan Sri Bintan Pura dan pelabuhan penyeberangan ke Pulau Penyengat yang berdekatan akan terintegrasi jika pengembangan Pelabuhan Kuala Riau terealisasi. 
“Maka Pelabuhan Kuala Riau ini kalau nanti MCC bersama kita mengembangkannya, maka akan menjadi pelabuhan terintegrasi yang bisa melengkapi semua kebutuhan-kebutuhan pelayaran,” ungkap Gubernur. 
Ansar juga mengungkapkan komitmennya dalam program ini dengan melengkapi seluruh persyaratan yang diperlukan dan siap memberikan keterangan terkait dan pertanyaan dari pihak MCC. 
“Agar tepat sasaran, tepat guna, dan bermanfaat. Kalau ini dibangun dengan komprehensif bisa menjadi cara kerja masyarakat dan menambah kinerja Kota Tanjungpinang” tutupnya. 
Sementara itu Environmental and Social Associate Director MCC Jason Jones menyampaikan saat ini hibah Compact tersebar di 24 negara di seluruh dunia dan sebagian besar dari Afrika. Tujuannya adalah untuk pengentasan kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi. 
“Dana compact akan cair pada awal 2024 dan akan ada tenggat 5 tahun yang sangat ketat sehingga harus berakhir pada 2029. Namun sebelum cair akan ada dana pra compact yang dapat digunakan untuk kepentingan studi yang tepat,” ujarnya. 
Rapat juga dihadiri oleh Transport Senior Director MCC Yohanes Abebe, Team Leader Konsultan IMC Robert Hardy, Direktur KSP Bilateral Direktorat Bappenas Kurniawan Ariady dan jajaran, serta para Kepala OPD dan Instansi Vertikal Provinsi Kepri.
(*/isb)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *