KriminalitasLimapuluh Kota

Enam Ternak Milik Warga Lareh Sago Halaban Dilaporkan Hilang

445
Area penemuan jeroan, bercak darah, dan tali pengikat ternak dekat menara telekomunikasi, tidak jauh dari Kantor Polsek Luhak.
Area penemuan jeroan, bercak darah, dan tali pengikat ternak dekat menara telekomunikasi, tidak jauh dari Kantor Polsek Luhak. (f/ist)

Mjnews.id – Warga Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, kembali resah.

Pasalnya, dalam dua pekan terakhir, gelombang pencurian ternak kembali marak. Sedikitnya enam ekor ternak milik warga dari tiga jorong dilaporkan hilang tanpa jejak. Salah satu kejadian paling mengejutkan terjadi di Jorong Pakan Rabaa.

ADVERTISEMENT

Sofian, seorang peternak setempat, mendapati kandang sapinya dalam kondisi terbuka pada pagi hari, dan hewan peliharaannya raib.

“Saya mau kasih makan seperti biasa, tapi kandangnya sudah terbuka dan sapi saya tidak ada. Padahal malam sebelumnya saya pastikan sudah terkunci,” kata Sofian kepada wartawan, Minggu 15 Juni 2025.

Merasa panik, Sofian bersama keluarganya langsung menyusuri berbagai arah untuk mencari jejak sang sapi. Upaya itu membawa mereka ke sebuah area dekat menara telekomunikasi, tidak jauh dari Kantor Polsek Luhak.

Di sana, mereka menemukan sesuatu yang mengejutkan seperti, jeroan, bercak darah, dan tali pengikat ternak berserakan.

“Di dekat tower itu ia menemukan isi perut sapi, darah, dan tali. Saya yakin itu milik saya. Mereka menyembelihnya di situ,” beber Sofian dengan nada getir.

Temuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian dan Polsek Luhak pun turun ke lokasi dan melakukan penyelidikan awal.

Perangkat Nagari Batu Payuang, Hari Firmasyah, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, pencurian ternak terjadi hampir bersamaan di tiga jorong berbeda: Pakan Rabaa, Kapalo Bukik, dan Subarang Aie.

“Berdasarkan laporan warga, total ada enam ternak yang hilang. Empat kambing di Jorong Seberang Aie, satu sapi di Pakan Rabaa, dan satu kerbau di Kapalo Bukik,” sebut Hari.

Ditambahkan Hari , pencurian ternak bukanlah hal baru. Dalam beberapa bulan terakhir, warga telah beberapa kali kehilangan ternaknya, namun pelaku belum pernah tertangkap.

“Bahkan ada kasus yang sempat digagalkan karena pelaku ketahuan, tapi tidak berhasil diamankan,”ucapnya.

Akibat maraknya pencurian, warga kini mengubah pola pemeliharaan ternak. Jika sebelumnya kandang diletakkan jauh dari rumah, kini banyak warga memilih menempatkannya dekat pemukiman agar mudah diawasi.

“Sekarang orang tidak berani lagi taruh kandang jauh-jauh. Banyak yang pindahkan ke belakang rumah agar lebih aman,” terang Hari.

Selain itu, warga juga mulai menggelar ronda malam secara pribadi untuk menjaga hewan ternaknya,” tutupnya.

(Yud)

Exit mobile version