Mjnews.id – Maraknya penipuan yang diduga dilakukan Fikri Ali yang beralamat di Rusun Petamburan, Jakarta, menghebohkan netizen terutama kaum perempuan yang terbuai dengan janji manisnya.
Dari penipuan soal kerja sama Teh Poci hingga Aice Ice Cream, penipu Fikri Ali terus gencar melakukan aksi tipu-tipu melalui media sosial Facebook dan Instagram.
Bahkan seorang korban berinisial DI harus kehilangan uang puluhan juta rupiah, karena ulah penipu Fikri Ali dengan janji manisnya yang mengaku sebagai marketing Aice Ice Cream.
“Saya sudah transfer uang puluhan juta rupiah dan diminta melunasi lagi, dan pelaku tidak mau bertemu, barulah saya sadar telah tertipu,” ujar DI kepada wartawan di Jakarta, Kamis (13/11/2025).
DI dan korban lainnya hanya bisa berharap kepada pihak kepolisian agar segera bertindak, melakukan penangkapan penipu yang sesuai identitasnya sebagai Fikri Ali kelahiran Bogor 15 Oktober 1989.
“Semoga pelaku bisa segera ditangkap, karena ternyata bukan saya saja yang telah ditipu,” pungkasnya.
Wartawan telah melakukan upaya konfirmasi langsung dengan panggilan telepon terhadap pelaku yang menggunakan nomor hp 082191743294 dan memakai perusahaan penipu bernama PT Mulia Rasa Group, namun tidak ada respon, diduga pelaku telah mengganti nomor handphonenya.
Penipu Diduga Raup Miliaran Rupiah
Sebelumnya aksi tipu-tipu juga dilakukan oleh Aiyub sesuai foto KTP yang diberikan untuk meyakinkan para korbannya, seperti yang diungkapkan korban berinisial V yang telah berprasangka baik kemudian tertipu dan uang Rp 550 ribu akhirnya ditransfer ke rekening Bank Jago atas nama Aiyub.
“Saya tertarik karena dia menjual akun Instagram dengan follower di atas 100 ribu, sudah transfer Rp 550 ribu sesuai kesepakatan, dan tidak menyangka dia akan menipu, karena sudah memberikan foto KTP dia dan nomor handphone,” ujar V kepada wartawan di Jakarta.
Tidak hanya itu V mengungkapkan, setelah uang Rp 550 ribu ditransfer, sejak berita ini diturunkan, Aiyub tidak bisa lagi dihubungi oleh V. “Akun Instagram yang mempromosikan berbagai akun yang dijualnya juga dia hilangkan,” beber V.












