KriminalitasJawa Tengah

Diduga Cluritnya Tertinggal di Lokasi Tawuran, Pemuda Asal Sempor Ini Berurusan dengan Polisi

202
×

Diduga Cluritnya Tertinggal di Lokasi Tawuran, Pemuda Asal Sempor Ini Berurusan dengan Polisi

Sebarkan artikel ini
Pemuda Asal Sempor Ini Berurusan dengan Polres Kebumen
Diduga membawa senjata tajam untuk tawuran, Pemuda Asal Sempor Ini Berurusan dengan Polres Kebumen. (f/humas)

MJNews.id – Seorang pemuda inisial RZ (18), warga Desa Bejiruyung, Kecamatan Sempor, harus berurusan dengan Polres Kebumen karena diduga membawa senjata tajam (Sajam) untuk tawuran antar pelajar di Kecamatan Karanganyar.

Dijelaskan Kapolres Kebumen, AKBP Burhanuddin melalui Kasat Reskrim AKP Kadek Pande Apridya Wibisana saat konferensi pers, tersangka ditangkap Unit Reskrim Polsek Karanganyar pada hari Kamis tanggal 31 Agustus 2023 sekitar pukul 15.45 WIB di rumahnya.

Tersangka ditangkap setelah senjata tajam miliknya tertinggal di lokasi tawuran antar SMK yang terjadi pada Senin tanggal 28 Agustus 2023 lebih kurang pukul 23.20 WIB, di Jalan Stasiun Karanganyar.

“Untungnya kejadian tawuran itu sempat dibubarkan oleh warga setempat serta Polsek Karanganyar, sehingga tidak ada korban jiwa,” jelas AKP Kadek didampingi Kasihumas Polres AKP Heru Sanyoto dan Kapolsek Karanganyar Iptu Jakaria saat konferensi pers, Sabtu 9 September 2023.

Namun setelah tawuran itu dibubarkan, warga menemukan sebilah senjata tajam jenis clurit warna emas sepanjang kurang lebih 50 cm tertinggal di lokasi. Saat dilakukan penyelidikan, senjata tajam tersebut merupakan milik tersangka RZ.

Lalu, lanjut Kasat Reskrim, tersangka dilakukan penangkapan dan dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman penjara 10 tahun.

Kepada penyidik, RZ mengungkapkan penyesalannya. Sebagai alumus bukannya memberikan contoh yang baik kepada adik-adiknya justru malah mengajarkan ilmu tawuran.

Selanjutnya dijelaskan AKP Heru, kasus tawuran antar pelajar harus ditangani bersama baik pihak sekolah, orangtua serta kepolisian dalam melakukan pencegahan.

Polres Kebumen pernah mengambil langkah mengumpulkan para guru bimbingan konseling (BK) setingkat SMK di Kabupaten Kebumen, membahas penyelesaian masalah kenakalan remaja.

Pihak sekolah akan menyerahkan sepenuhnya kasus kenakalan remaja ke Polres Kebumen jika kasus tersebut memenuhi unsur pidana.

“Meski penyelesaian hukum merupakan upaya terakhir, kami bersama dengan pihak terkait juga melakukan patroli terpadu sebagai pencegahan. Sehingga jika kenakalan remaja memenuhi unsur pidana, maka kasus tersebut kita ‘naikkan’ sebagai pertanggungjawaban hukum serta efek jera bagi para pelaku,” ujar AKP Heru.

(Dana)

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT

banner 120x600