Dari Pemilu ke Pemerintah
Riset triwulan Respublica Institute memperlihatkan terjadi tren pergeseran percakapan populer warganet dari topik “Politik” ke Pemerintahan”. Sejumlah pendukung politisi dan partai politik mulai gencar bersuara. Pada bulan Januari, “menjadi Topik paling populer. Hal ini terlihat dari kemunculan 1 tagar dan 3 kata kunci, yaitu #GusMuhaimin (95 ribu twit), ‘Gus Muhaimin Iskandar’ (100 ribu twit), Ijtima Ulama PKB (62 ribu twit), dan PKB Bersama Kades (45 ribu twit).
Namun pada Februari, “Hukum” menjadi topik terpopuler dipercakapkan warganet. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari kasus hukum Mario Dandy dan Ferdy Sambo. Secara keseluruhan kedua kasus ini menghasilkan volume percakapan mencapai 1,9 juta twit. Kasus Mario Dandy dan Ferdy Sambo juga tercatat masuk jajaran trending topic selama 105,5 jam selama 9 hari.
Sementara dominasi topik “Pemerintah” baru terjadi pada bulan Maret 2023, tetapi memiliki volume percakapan terbesar. Selain itu, terdapat topik percakapan lain yang populer, yaitu “Hukum” (382 ribu twit), terkait kasus Mario Dandy dan dugaan korupsi dan pencucian uang di Kementerian Keuangan. Di luar itu, terdapat topik populer “Bencana” (335 ribu twit), yaitu percakapan tentang kebakaran di depo Pertamina Plumpang dan Erupsi Gunung Merapi
“Secara keseluruhan, riset Respublica Institute menemukan 4 tagar dan 19 kata kunci populer pada topik Politik, Hukum, dan Pemerintahan. Seluruh tagar dan kata kunci ini menghasilkan 6,6 juta twit dan menjadi trending topic selama 507 jam. Adapun rata-rata peringkat tertinggi tagar dan kata kunci populer adalah 3,7 dan rata-rata peringkat harian adalah 14,07”, pungkas Teguh.
Riset bertajuk Tren Percakapan Populer Warganet pada Triwulan Pertama 2023 ini mengambil data pada rentang 1 Januari-31 Maret 2023 di Twitter. Seluruh data terkait tagar dan kata kunci diakses dari laman laman twitter-trending.com. Observasi manual terhadap tagar dan kata kunci ini dilakukan secara harian dan dikaji menggunakan melalui teknik konten analisis.
(eki)
