OlahragaJakarta

30 Mei 2026 Ghosun Iron Camp Resmi Dibuka, Siap Cetak Atlet Tinju Berprestasi dan Rangkul Generasi Muda

10
×

30 Mei 2026 Ghosun Iron Camp Resmi Dibuka, Siap Cetak Atlet Tinju Berprestasi dan Rangkul Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Goshin
Foto bersama jajanan Ghosun Iron Camp. (Dok. Istimewa)

MJNEWS.ID – Sasana Tinju Ghosun Iron Camp (GIC) resmi dibuka di Jalan Burangkeng Setu No. 88, Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu 30 Mei  2026.

Kehadiran sasana tinju ini diharapkan menjadi pusat pembinaan atlet berprestasi sekaligus wadah pengembangan generasi muda melalui kegiatan olahraga yang positif dan produktif.

ADVERTISEMENT

Peresmian GIC dihadiri sejumlah tokoh olahraga, pengurus organisasi olahraga, atlet, pelatih, serta tamu undangan. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars KONI, dan Mars PERTINA sebagai simbol semangat sportivitas serta komitmen terhadap pembinaan olahraga prestasi.

Dalam sambutannya pada pembukaan Ghosun Iron Camp, Sabtu (30/5/2026), CEO Ghosun Iron Camp, Susanto, mengatakan bahwa pendirian GIC merupakan bentuk kontribusi nyata untuk mendukung kemajuan olahraga tinju di Indonesia.

“Kami ingin menghadirkan tempat pembinaan yang profesional untuk melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Susanto.

Selain fokus pada pembinaan atlet, Susanto menegaskan bahwa GIC juga memiliki misi sosial untuk merangkul generasi muda agar terhindar dari berbagai persoalan sosial.

“Kami akan merangkul semua kalangan. Di era sekarang ini masih banyak kejahatan dan penyimpangan sosial yang terjadi. Karena itu, kami berupaya menghadirkan kegiatan olahraga yang dapat mengurangi dampak negatif tersebut. Kami tidak hanya fokus pada olahraga tinju, tetapi juga menyediakan pelatihan bela diri lainnya,” katanya.

Lebih lanjut, Susanto menjelaskan bahwa GIC membuka kesempatan bagi anak-anak muda dari berbagai latar belakang untuk mendapatkan pembinaan.

“Kami ingin mencari dan melahirkan talenta-talenta muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Bahkan kami juga ingin merangkul anak-anak muda yang pernah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba agar memiliki kesempatan memperbaiki masa depan melalui olahraga. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mengurangi pengangguran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Itu salah satu tujuan utama berdirinya Ghosun Iron Camp,” tuturnya.

PERTINA DKI Jakarta Apresiasi Kehadiran GIC

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) DKI Jakarta, Brigjen (Purn.) Berty Sumakul, menyampaikan apresiasinya atas berdirinya Ghosun Iron Camp.

Dalam wawancaranya usai acara pembukaan GIC pada Sabtu (30/5/2026), Berty menilai kehadiran pusat latihan tersebut menjadi langkah positif bagi perkembangan olahraga tinju ke depan.

“Pembukaan tempat latihan atau training center tinju ini merupakan langkah yang sangat positif bagi pengembangan olahraga tinju. Melalui fasilitas ini, kita memiliki peluang yang lebih besar untuk menjaring dan membina bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat menjadi kebanggaan DKI Jakarta maupun Indonesia,” kata Berty.

Menurutnya, keberadaan training center seperti GIC dapat memperkuat sistem pembinaan atlet yang sudah berjalan selama ini.

“Harapan kami, pusat latihan ini dapat terus berkembang dan menjadi sarana yang mendorong generasi muda untuk melihat olahraga tinju sebagai peluang membangun prestasi dan karier,” ujarnya.

Berty menegaskan bahwa GIC terbuka bagi seluruh kalangan tanpa membedakan latar belakang sosial.

“Tempat ini terbuka bagi siapa saja yang memiliki minat dan kemauan untuk berkembang di dunia tinju. Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat mewadahi dan membina generasi muda agar mampu menyalurkan energi dan potensinya ke arah yang lebih produktif,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pembinaan umumnya dapat dimulai sejak usia sekitar 14 tahun. Sementara bagi atlet yang ingin meniti karier lebih kompetitif, tersedia jenjang pembinaan yang terintegrasi dengan program olahraga daerah.

“Di DKI Jakarta terdapat program pembinaan atlet melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) yang berada di bawah Dispora. Kehadiran training center seperti ini akan menjadi pelengkap sistem pembinaan yang sudah ada sehingga proses pengembangan atlet dapat berjalan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

KONI DKI Dorong Sinergi Pembinaan Atlet

Sementara itu, Ketua KONI DKI Jakarta, Hidayat Humaid, menekankan pentingnya sinergi antara organisasi olahraga, komunitas, dan sektor swasta dalam membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.

Prosesi peresmian ditandai dengan penayangan biografi pendiri Ghosun Iron Camp, penandatanganan prasasti oleh Susanto, Berty Sumakul, dan Hidayat Humaid, serta pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas berdirinya sasana tersebut.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengurus Kota PERTINA DKI Jakarta serta sertifikat lisensi bagi wasit dan hakim tinju sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia di cabang olahraga tinju.

Harapan Menuju PON

Ketua KONI Jakarta Pusat, Zaenal Arifin, berharap Ghosun Iron Camp mampu menjadi salah satu pusat pembinaan atlet yang melahirkan petinju-petinju potensial menuju ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Kami berharap keberadaan Ghosun Iron Camp dapat menjadi salah satu tolak ukur lahirnya juara-juara dari Jakarta Pusat untuk menghadapi PON yang akan datang,” ujarnya.

Dimeriahkan Pertandingan Ekshibisi

Rangkaian peresmian semakin semarak dengan pertandingan ekshibisi yang mempertemukan sejumlah petinju dari berbagai sasana. Di antaranya Owen Siregar dari Ghosun Iron Camp melawan Raihan dari DKI Jakarta pada kelas 71 kilogram, M. Rafly Prihasa dari Brandan Boxing Camp menghadapi Fais dari Sasana UNJ Jakarta pada kelas 51 kilogram, serta pertandingan Azadin Anhal melawan Yunus Tiran.

Petinju putri Carolina dari Bima Sarinah Boxing Camp juga tampil pada kelas 48 kilogram dan mendapat apresiasi dari para penonton yang hadir.

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan hiburan musik yang dibawakan Cherry Gloss Band.

Dengan diresmikannya Ghosun Iron Camp pada 30 Mei 2026, para pemangku kepentingan olahraga berharap pembinaan atlet tinju di Jakarta dan sekitarnya semakin berkembang, mampu melahirkan petinju yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional, serta memberikan kontribusi positif bagi pembinaan generasi muda.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT