Opini

Makan Bergizi Gratis, Upaya Masif Selamatkan Anak dalam Sekolah

1209
KPAI tinjau proses penyiapan makan bergizi gratis
KPAI tinjau proses penyiapan makan bergizi gratis. (f/ist)

Rekomendasi untuk Badan Gizi Nasional adalah:

1. Meminta Badan Gizi Nasional untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait kebijakan, program, pembiayaan, dan tata kelola Makan Bergizi Gratis dengan melibatkan ahli independen serta melibatkan anak sebagai penerima manfaat;
2. Meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperkuat pengawasan MBG mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan Monitoring Evaluasi dengan melibatkan lembaga independen, pendidik dan tenaga kependidikan, orang tua, murid, forum anak dan Masyarakat. Pelibatan pengawasan berlapis untuk mengurangi resiko keracunan makanan, transparansi pembiayaan, distribusi makanan, serta edukasi gizi seimbang;
3. Meminta Badan Gizi Nasional untuk melakukan kebijakan program prioritas penerima manfaat MBG terutama bagi anak-anak yang mengalami kekurangan gizi dan stunting;
4. Mendorong Badan Gizi Nasional untuk melakukan monitoring secara berkala terkait status gizi anak
5. Mendorong Pusat aduan bersama dalam memitigasi resiko pelaksanaan Makan Bergizi Gratis dengan melibatkan Pemerintah Daerah, Satuan Pendidikan, Anak, orang tua dan Masyarakat, lembaga independen. Termasuk memastikan rujukan layanan dan SOP pelaksanaan, agar ada ukuran layanan yang prima dan tepat waktu. Sehingga dapat mengantisipasi berbagai kondisi dampak MBG

ADVERTISEMENT

Namun bagaimanapun program ini terlalu dini, jika akan dievaluasi, karena semuanya sedang dalam pembenahan dan melengkapi semua lini. Bahkan menurut badan PBB yaitu UNESCO, pendidikan dan gizi telah menjadi prioritas dalam tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Bahwa dalam mengatasi tantangan industri, dan mendorong pertanian berkelanjutan, memerlukan keterampilan tingkat lanjut yang diperoleh melalui pendidikan tinggi, pelatihan petani yang efektif, dan keahlian profesional yang terampil, agar terjadi transformasi pangan. Di saat yang bersamaan juga, ketahanan pangan dan perbaikan gizi akan memperkuat pencapaian pendidikan.

Hal ini dibuktikan kegiatan makan bersama di sekolah (School Meals) menurut pengamatan UNESCO sejak 2017 sampai 2024. Program seperti MBG telah dalam pengalaman panjang telah meningkatkan kehadiran anak di sekolah dan meningkatkan hasil belajar, mengurangi dampak malnutrisi dan menigkatkan kelulusan, mengubah kebiasaan makan dan gaya hidup.

Untuk itu melalui MBG menjawab situasi anak anak kita hari ini, tidak hanya sekedar gizi seimbang, tetapi juga merubah budaya konsumsi makanan, minuman dan jajanan, yang kita tahu tak mudah diawasi. Menjawab dan menjemput berbagai ketertinggalan, yang terus menggerogoti kesehatan anak-anak kita.

Pemenuhan hak gizi seimbang harus diintervensi dari sekarang, karena akan menjemput bonus demografi, dan MBG adalah langkah strategis untuk mencetak generasi emas 2045.

Penulis, Wakil Ketua KPAI

(*)

Exit mobile version