Opini

Makan Bergizi Gratis, Upaya Masif Selamatkan Anak dalam Sekolah

1110
KPAI tinjau proses penyiapan makan bergizi gratis
KPAI tinjau proses penyiapan makan bergizi gratis. (f/ist)

Mjnews.id – Dalam pidato Presiden di tengah Hari Buruh Sedunia di bilangan Silang Monas Jakarta, dengan tegas Bapak Presiden Prabowo menegaskan Pemerintah yang saya pimpin akan bekerja sekeras kerasnya agar tidak ada anak Indonesia yang lapar, kami akan bekerja agar semua anak-anak Indonesia bisa sekolah gratis, itu perjuangan kami.

Oleh: Jasra Putra

“Saudara saudara sekalian saya ingin menyampaikan bahwa pemerintah yang saya pimpin akan bekerja sekeras kerasnya untuk menghilangkan kemiskinan,” kata Prabowo.

ADVERTISEMENT

Namun peristiwa berulang atas kondisi makanan dan kandungannya yang menyebabkan siswa sakit masih terjadi. Baru saja, media melaporkan kembali, seusai santap Makan Bergizi Gratis (MBG), sebanyak 342 Siswa SMP N Bandung dilarikan ke Rumah Sakit dan Puskesmas.

Hal ini tentu harus menjadi perhatian kita semua, karena ini direncanakan akan dikonsumsi semua anak, setiap hari, yang berdampak langsung kepada proses penyelenggaraan pendidikan di manapun anak berada, baik di sekolah dan luar sekolah. Begitupun dampak keracunan makanan juga akan mempengaruhi aktivitas anak secara keseluruhan, baik di rumah maupun lingkungan. Termasuk juga dampaknya akan diterima keluarga. yang kita tahu menjadi bagian dari hal penting berlangsungnya kelancaran pendidikan.

Seperti diketahui, Ibu hamil dan anak menyusui juga akan menjadi penerima manfaat program MBG.

Memang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan upaya pemenuhan gizi seimbang dan gaya hidup sehat merupakan upaya promotif. Yang dipertegas dalam Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 pada pasal 44 ayat 1 bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib menyediakan fasilitas dan menyelenggarakan upaya kesehatan yang komprehensif bagi anak, agar setiap anak memperoleh derajat kesehatan yang optimal sejak dari kandungan.

Upaya kesehatan itu meliputi upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, baik untuk pelayanan kesehatan dasar maupun rujukan. Yang kemudian juga ditambahkan paliatif. Bahwa dalam situasi apapun negara memberikan layanan terbaiknya.

Negara kita juga masih menghadapi angka putus sekolah yang mencapai 4 juta anak di Indonesia tidak bersekolah, yang sebagian dari data tersebut adalah anak-anak disabilitas, anak berkebutuhan khusus serta anak gangguan kejiwaan dan perilaku karena berbagai sebab. Dengan 7 daerah tertinggi di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Banten, Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan. Dengan 3 penyebab, karena belum pernah bersekolah, keluar dan memilih tidak melanjutkan.

Kemudian dari kajian BPS, pertumbuhan anak tertinggi bukan berada di keluarga tingkat atas dan menengah, tetapi berada di keluarga rentan miskin dan miskin. Dengan rata-rata pendidikan 9 tahun yang diterima keluarga rentan miskin dan miskin, kemudian sering berada dalam situasi pekerjaan yang tidak layak, tempat tinggal yang tidak layak dan sanitasi yang buruk.

Menurut Bappenas, hal itu menyebabkan munculnya angka kemiskinan ekstrem sehingga perlu keberpihakan terhadap akses gizi seimbang, termasuk susu. Jadi jarang protein (ayam, telur, daging), serat (sayur, buah). Ada 60 persen anak tidak bisa akses susu, bukan mereka tidak tahu susu itu bermanfaat, tapi tidak memiliki akses karena kemiskinan. Untuk itu seminggu sekali MBG memberi susu.

Program MBG punya tujuan sangat mulia supaya tidak ada anak Indonesia yang kelaparan. Karena 25 persen atau sekitar satu dari empat anak Indonesia kekurangan gizi. Presiden menarget penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) diakhir tahun 2025 akan mencapai 82,9 juta anak dan ibu hamil.

Dengan rincian untuk 4 juta ibu hamil, namun karena tingginya kematian ibu, jadi yang dihitung 3 juta kehamilan per tahun. Kemudian 30 juta anak pra sekolah dan 44 juta anak sekolah mulai SD sampai SMA, yang di dalamnya ada 5 juta anak di pesantren, pendidikan di luar sekolah dan pendidikan serupa lainnya.

Exit mobile version