Dijelaskan Rima, karna tujuan dibuatnya program PPG adalah untuk mencetak guru professional yang memiliki kompetensi dan kualitas diri yang baik yang diharapkan dapat mengatasi berbagai masalah dalam dunia pendidikan, maka PPG bukan berarti mengambil hak siapapun untuk bisa mendapatkan sekolah, terlebih hak teman-teman seperjuangan guru Honorer karna dalam proses seleksipun pelamar PPG berada di peringkat terakhir yang artinya tidak bersaing dengan teman-teman honorer, tapi bersaingnya dengan sesama pelamar PPG lainnya.
“Karena sama-sama berkontribusi dalam dunia pendidikan, kita ingin yang terbaik untuk pendidikan Indonesia dan kota Pariaman khususnya. Untuk mensejahterakan guru, guru tersebut harus menempuh pembelajaran dari program PPG baik Prajabatan maupun Dalam Jabatan agar mendapat tunjangan profesi guru. Maka, marilah kita bersama-sama berangkul untuk pendidikan yang lebih baik ke depannya.
“Dari PPG Prajabatan atau tidak, tujuan kita hanya satu, seperti yang tertuang pada UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tukas wanita asal kota Pariaman itu.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Pariaman, Roberia, memberikan penjelasan terkait dengan 420 guru yang berstatus Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang gagal mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Pariaman.
Roberia mengatakan bahwa meskipun ratusan guru PPG tersebut telah mendaftar, mereka tidak memenuhi syarat karena tidak mengajar di SD Negeri dan SMP Negeri di Pariaman.
“Mereka satu jam pun tidak mengajar di Pariaman, lalu saya luluskan? Saya tidak mau menjadi orang yang kemudian saya menanggung beban itu,” kata Roberia kepada wartawan, baru-baru ini.
Dijelaskan Pj Wali Kota Pariaman, sebagian besar guru PPG tersebut berasal dari luar daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan beberapa wilayah lainnya di Sumbar dan mereka mendaftar setelah mendengar bahwa Pariaman membuka seleksi PPPK untuk guru PPG, padahal seleksi ini sebenarnya ditujukan untuk tenaga honorer yang telah mengabdikan diri di daerah tersebut.
“Pengangkatan PPPK di Pariaman saat ini hanya untuk tenaga honorer yang sudah lama mengabdi di daerah ini, baik yang berpendidikan tinggi maupun yang tamatan SD,” tegas Roberia
Roberia menegaskan bahwa pihaknya tidak membuka peluang bagi guru PPG yang belum pernah mengabdikan diri di Pariaman untuk mengikuti seleksi.
(Yud)









