Dalam pernyataannya, PMII juga menekankan bahwa mereka tidak hanya hadir untuk mengkritik, tetapi juga sebagai mitra strategis dan kontrol sosial pemerintah. Organisasi mahasiswa ini berkomitmen untuk terus mengawal isu-isu pembangunan dan memastikan bahwa aspirasi masyarakat terutama di daerah terluar tetap terangkat ke ruang-ruang kebijakan.
“Kami akan terus mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap alokasi anggaran pendidikan, khususnya di wilayah seperti Tambelan. Kami ingin anak-anak di pulau mendapat hak yang sama seperti anak-anak di kota,” ujar Ucok menegaskan kembali.
PMII Tanjungpinang-Bintan juga menyatakan siap melakukan dialog terbuka dengan pihak Pemerintah Kabupaten Bintan serta memfasilitasi aspirasi warga kepulauan agar dapat tersampaikan secara langsung kepada pengambil kebijakan.
“Negara tidak boleh kalah oleh jarak. Dimanapun anak bangsa tinggal, mereka berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu. Dan kami, PMII, akan terus berdiri bersama rakyat untuk menuntut keadilan itu,” tutup Ucok Fatumonah Harahap.
(*/isb)












