PendidikanInternasionalUNP

Tandatangani Kerja Sama dengan TFSU dan CIEF Cina, UNP Buka Program Studi Bahasa dan Budaya China

519
×

Tandatangani Kerja Sama dengan TFSU dan CIEF Cina, UNP Buka Program Studi Bahasa dan Budaya China

Sebarkan artikel ini
Delegasi UNP di China
Delegasi UNP di China. (f/humas)

Mjnews.id – Pada Kamis 29 Mei 2025 ditandatangani perjanjian kerja sama antara Tianjin Foreign Studies University (TFSU) Tianjin China, Chinese International Education Foundation (CIEF) dengan Universitas Negeri Padang (UNP) terkait pendirian Pusat Pembelajaran Bahasa dan Budaya China di UNP.

Semua pembiayaan pendirian institut ini dibiayai oleh Kementerian Pendidikan China. Pada kesempatan itu juga dilaksanakan peresmian pemberian Merk Institut Konfusius.

ADVERTISEMENT

Kegiatan ini dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tiongkok Yudi Chatim, dari delegasi UNP dihadiri oleh Rektor UNP Krismadinata, Ph.D, Senior Eksekutif Prof. Ganefri, Ph,D dan Direktur Direktorat Kerja sama dan Hubungan Internasional Prof. Rusnardi Rahmat Putra, M. Eng, Ph.D. di samping itu juga hadir Rektor TFSU, Prof. Li Yingying, Wakil Ketua dan Sekjen Yayasan Pendidikan Bahasa Mandarin Internasional, Zhao Lingshan, Ketua Komunis TFSU, Zhou Honglei dan Wakil Rektor TFSU, Zhu Pengxiao.

Rektor UNP Krismadinata, Ph.D dalam sambutannya mengatakan, Institut Konfusius ini akan menjadi pusat pembelajaran yang dinamis, bukan hanya dalam pengajaran Bahasa Mandarin, tetapi juga sebagai sarana memperkenalkan budaya, sejarah, dan filsafat Tiongkok. Semangat ini sejalan dengan visi UNP untuk menjadi universitas berkelas dunia, di mana nilai-nilai kebhinnekaan dan kolaborasi internasional menjadi kekuatan utama.

“Seperti pepatah Minangkabau mengatakan, “Alam takambang jadi guru,” hari ini kita menegaskan bahwa ilmu dan budaya tidak mengenal batas geografis,” kata Krismadinata.

Banyak mahasiswa dan dosen UNP yang menunjukkan minat tinggi terhadap Bahasa dan budaya Tiongkok. Oleh karena itu, kami merencanakan pembukaan program studi Bahasa Mandarin di UNP, Program pertukaran mahasiswa dan dosen, serta joint research, program beasiswa dan pelatihan budaya, Kelas Bahasa Mandarin untuk masyarakat umum di Sumatera Barat.

“Kami percaya bahwa kerja sama ini akan membawa manfaat nyata—bukan hanya untuk UNP dan TFSU, tetapi juga untuk Indonesia dan Tiongkok dalam upaya memajukan ilmu pengetahuan demi perdamaian dan kesejahteraan dunia,” imbuhnya.

Ditambahkan oleh Rektor UNP, Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia atas dukungan terhadap program ini, serta harapan agar kerja sama semacam ini dapat terus tumbuh di berbagai bidang lain.

Selanjutnya Yudi Chatim, atas nama Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, mengatakan dalam sambutannya merasa sangat berbahagia dapat berada pada acara yang terhormat ini. Saya Yudil Chatim, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing. Merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan besar dapat berbicara pada Penandatanganan Kerja Sama antara UNP dan TFSU terkait pendirian Chinese Internasional (CI) di Padang, Sumatera Barat.

Ditegaskan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan ini, saya telah belajar betapa pentingnya tidak hanya mencerna dan memahami informasi yang kita terima tetapi juga untuk meneliti, mengonfirmasi, dan mengungkap kebenaran dan keaslian di balik setiap informasi. Misalnya, saya pernah berada di antara mereka yang mungkin tidak percaya atau bahkan tidak menyukai kemajuan yang dibuat Tiongkok. Namun, setelah empat bulan belajar di Wuhan, Tiongkok, pandangan saya berubah 180 derajat.

“Saya menyadari bahwa pemahaman saya tentang Tiongkok sangat sepihak dan bahwa saya telah mempercayai terlalu banyak informasi dari satu sumber tanpa konfirmasi. Sebuah pepatah Cina mengatakan, bǎi wén bù rú yījiàn: Mendengarkan seratus kali, akan kurang akurat daripada melihatnya sendiri bahkan sekali. Intinya, “Seeing in Believing”. Tiongkok tidak seburuk yang saya pikirkan sejauh ini. Sekarang, saya bahkan menjadi atase pendidikan dan kebudayaan di Tiongkok dan anak-anak saya juga belajar di Tiongkok,” ujarnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT