BeritaPendidikanPurwakarta

Dewan Pendidikan Purwakarta Kawal Ketat SPMB 2025-2026

815
Pertemuan Ketua Dewan Pendidikan Purwakarta dengan para kepala sekolah dan pengawas
Pertemuan Ketua Dewan Pendidikan Purwakarta dengan para kepala sekolah dan pengawas. (f/ist)

Mjnews.id – Demi menjamin terciptanya layanan pendidikan yang terbuka, adaptif, dan berkeadilan, Dewan Pendidikan Purwakarta, Jawa Barat, secara serius mengawal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025-2026.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga integritas di seluruh lingkungan sekolah dan masyarakat.

ADVERTISEMENT

Ketua Dewan Pendidikan Purwakarta, H. Agus Marjuki, secara langsung menginstruksikan seluruh pengurus untuk aktif terjun ke sekolah-sekolah dalam agenda monitoring dan evaluasi.

Seruan ini ditujukan kepada semua pemangku kepentingan, mulai dari kepala sekolah, panitia SPMB, hingga operator teknis di semua jenjang pendidikan TK, SD, SMP, hingga menengah atas.

Objektif, Transparan dan Tanpa Diskriminasi

Dalam pertemuan daring dengan para kepala sekolah dan pengawas pada Sabtu 21 Juni 2025, H. Agus Marjuki menegaskan bahwa SPMB tahun ini, meskipun ada perbedaan minor, secara umum tetap berpegang pada prinsip objektivitas, transparansi, dan tanpa diskriminasi.

“SPMB di tahun sekarang tentu berbeda dengan tahun sebelumnya, tapi tidak terlalu signifikan. Secara umum, pedomannya bertujuan sama, yaitu untuk melaksanakan penerimaan siswa baru secara objektif, transparan, tanpa diskriminasi,” ujar H. Agus.

Lebih lanjut, H. Agus mengungkapkan inisiatif Dewan Pendidikan untuk menghadirkan fakta integritas antara sekolah, komite sekolah sebagai perwakilan masyarakat, dan pemerintah (Kepala Dinas Pendidikan serta Kepala Cabang Dinas Wilayah IV).

“Dengan kesepakatan dan kesepahaman yang sudah ditandatangani itu, tentu semua akan menjaga marwah dan wibawa agar pelaksanaan SPMB tahun 2025 dipastikan berdampak positif bagi masyarakat, tidak ada lagi ruang-ruang diskriminatif,” tegasnya.

Integritas Karakter di Era Digital

Pemerhati Pendidikan, Manpan Drajat, dalam Forum Grup Diskusi (FGD) terkait sistem penerimaan peserta didik baru berbasis web, menekankan bahwa sistem digital modern saja tidak cukup untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Exit mobile version