BeritaJakartaParlemenPendidikan

UIN Jakarta Siap Jadi PTNBH, Pendapatan Non-UKT Menjadi Andalan

355
UIN Jakarta dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VIII DPR
UIN Jakarta dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VIII DPR. (f/ist)

Mjnews.id – Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah/UIN Jakarta melaporkan kesiapan mereka untuk beralih status menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), dengan pendapatan non-Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebagai andalan utamanya.

Kesiapan ini disampaikan langsung oleh Rektor UIN Jakarta, Prof Asep Saepudin Jahar dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR di Gedung Nusantara II, Senin (10/11/2025).

ADVERTISEMENT

Usai rapat, Rektor Prof Asep menjelaskan bahwa Komisi VIII DPR sedang meninjau masalah di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam rangka peningkatan mutu.

Dalam kesempatan itu, Prof Asep secara khusus menyampaikan usulan dan kesiapan UIN Jakarta untuk beralih status dari Badan Layanan Umum (BLU) ke PTNBH.

Rektor Asep membeberkan kesiapan finansial kampusnya. “Kalau dari UIN kita menyampaikan untuk melanjutkan PTNBH,” kata Rektor Asep saat ditemui usai RDP dengan Komisi VIII.

Pendapatan Utama UIN Jakarta

Rektor Asep menegaskan bahwa sumber pendapatan utama yang diandalkan untuk PTNBH nanti adalah dari unit-unit bisnis, bukan dari UKT mahasiswa.

“Kita dari UIN Jakarta optimistis memenuhi syarat untuk dijadikan PTNBH dari sejumlah indikator khususnya dukungan sumber keuangan dari unit bisnis,” jelasnya.

Saat ditanya apakah status PTNBH tidak akan menaikkan UKT atau SPP, Rektor Asep menepisnya. “Enggak, kita tidak ingin masuk ke wilayah itu ya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, UIN Jakarta akan mencari pendapatan dari sumber non-UKT untuk mengimbangi biaya operasional.

“Kita kan ada dua rumah sakit, ya. Kemudian kita juga ada hotel, kemudian juga usaha laundry dan sebagainya. Kita bisa mengimbangi itu,” paparnya.

Kesiapan finansial ini didukung data kenaikan signifikan pendapatan non-UKT UIN Jakarta sebesar 180 persen pada periode 2024-2025.

Exit mobile version