pemkab muba
BeritaKabupaten AgamPendidikan

Begini Upaya Program Mahasiswa Berdampak BEM KM Unand Pulihkan Ekosistem dan Akses Air Bersih di Salareh Aia Palembayan

189
×

Begini Upaya Program Mahasiswa Berdampak BEM KM Unand Pulihkan Ekosistem dan Akses Air Bersih di Salareh Aia Palembayan

Sebarkan artikel ini
Program Mahasiswa Berdampak BEM KM Unand memasang instalasi filtrasi air bersih di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam
Program Mahasiswa Berdampak BEM KM Unand memasang instalasi filtrasi air bersih di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. (f/ist)

Penanggung jawab program filtrasi air adalah Rahmad Fajril Ilhami yang menjabat sebagai Wakil Ketua Pelaksana Program Mahasiswa Berdampak BEM KM Unand.

Dalam pelaksanaannya, Rahmad bersama tim melakukan survei awal untuk mengidentifikasi kondisi sumber air dan kebutuhan masyarakat, kemudian menyusun desain filtrasi yang sesuai dengan kapasitas penggunaan di lokasi tersebut.

ADVERTISEMENT

Pendekatan ini menunjukkan bahwa program tidak hanya bersifat seremonial, tetapi melalui tahapan perencanaan, implementasi, dan evaluasi yang sistematis. Koordinasi dengan pengurus mushala dan tokoh masyarakat setempat juga dilakukan untuk memastikan keberlanjutan pemeliharaan fasilitas filtrasi yang telah dibangun.

Secara akademik, kegiatan ini mencerminkan integrasi antara ilmu pengetahuan dan praktik lapangan. Mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan konsep-konsep dasar mengenai konservasi tanah dan air, tetapi juga belajar memahami dinamika sosial masyarakat terdampak bencana. Interaksi langsung dengan warga membuka ruang dialog mengenai kebutuhan riil dan prioritas pemulihan, sehingga kegiatan yang dilakukan lebih tepat sasaran.

Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, penghijauan dan penyediaan akses air bersih merupakan dua komponen penting yang saling berkaitan dalam meningkatkan ketahanan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.

Lebih jauh, kegiatan Hijaukan Nagari juga memiliki dimensi edukatif dan pemberdayaan. Melalui partisipasi warga dalam proses penanaman dan pemasangan filtrasi, terjadi transfer pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan kualitas sumber daya air.

Mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kolaborasi antara akademisi dan masyarakat. Dengan demikian, program ini tidak berhenti pada satu hari pelaksanaan, melainkan menjadi awal dari upaya berkelanjutan dalam menjaga dan merawat lingkungan Nagari Salareh Aia.

Program Mahasiswa Berdampak Jawab Tantangan Lingkungan di Nagari Salareh Aia 

Secara keseluruhan, pelaksanaan program Mahasiswa Berdampak di Nagari Salareh Aia menunjukkan komitmen mahasiswa Unand dalam menjawab tantangan sosial dan lingkungan di daerah terdampak bencana. Melalui kegiatan penanaman bibit dan instalasi filtrasi air, mahasiswa menghadirkan kontribusi konkret dalam pemulihan ekosistem dan peningkatan akses air bersih.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan, tetapi juga mempertegas bahwa solidaritas dan kolaborasi merupakan fondasi utama dalam membangun kembali nagari yang terdampak galodo menuju kondisi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

(*)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT