PLNSumatera Selatan

PLN Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah dengan Kapasitas 17,7 MW di Palembang

162
×

PLN Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah dengan Kapasitas 17,7 MW di Palembang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Pengolahan Sampah Menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (Bbjp)
Ilustrasi pengolahan sampah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP). (f/pln)

Mjnews.id – PT PLN (Persero) meneken kerja sama pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) 17,7 megawatt (MW) di Palembang. Langkah ini dilakukan PLN untuk meningkatkan bauran energi serta mengurangi persoalan sampah perkotaan.

Kerja sama pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian menuju Power Purchase Agreement (PPA) di sela acara The 11th Indonesia EBTKE ConEx 2023, Kamis (13/7/2023).

Banner Pemkab Muba Idul Fitri 1445 H

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ini, selain menjadi pembangkit yang ramah lingkungan, juga akan menjadi jawaban dari permasalahan pengelolaan sampah di perkotaan.

“Dengan adanya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ini, maka PLN tak hanya menambah bauran energi saja tetapi juga turut menyelesaikan persoalan sampah di wilayah tersebut. Lewat Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ini, sampah diolah menjadi sumber energi domestik yang justru bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Darmawan.

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Palembang dengan kapasitas 17,7 MW ini diproyeksikan akan mampu menyerap sampah kota sebesar 1.000 ton per hari.

Selain itu, dalam acara ini PLN juga menandatangani PPA untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah Belinyu, Bangka Belitung dengan kapasitas 1 megawatt peak (MWp).

“Indonesia kaya akan potensi sumber daya alam yang dapat dijadikan sumber energi bersih, di sisi lain ini juga merupakan sumber energi domestik untuk menjaga ketahanan energi dalam negeri,” terang Darmawan.

Oleh karena itu, Darmawan menegaskan PLN mendukung penuh pembangunan PLTS Belinyu dengan kapasitas 1 megawatt peak (MWp) karena sinar surya di Indonesia merupakan salah satu sumber daya yang berlimpah. PLTS ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan listrik di Bangka Belitung.

“PLN akan terus mengakselerasi penambahan kapasitas terpasang pembangkit EBT di Indonesia untuk bisa memenuhi kebutuhan listrik sekaligus meningkatkan bauran EBT dalam mencapai net zero emission pada 2060,” pungkas Darmawan.

(pln)

Kami Hadir di Google News