Religi

Menolak Kezaliman adalah Kemuliaan, Bukan Kesalahan

0
×

Menolak Kezaliman adalah Kemuliaan, Bukan Kesalahan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260327 WA0049 664x773 1
Aziz Yanuar & Partners. (Dok. Istimewa)

Oleh: Aziz Yanuar & Partners (AYP)

MJNEWS.ID – Salah satu contoh mendidik individu untuk membela diri, menolak kezaliman, serta tidak menerimanya adalah ketika seorang pria datang menemui Nabi dan bertanya, “Bagaimana pendapatmu jika ada seseorang yang datang ingin merampas hartaku?”

ADVERTISEMENT

Perhatikan!!! Rasulullah , saat beliau ditanya, “Bagaimana pendapatmu jika ada seseorang yang datang ingin merampas hartaku?”

Beliau tidak bertanya apakah hartanya itu banyak atau sedikit, melainkan langsung menjawab, “Jangan kau berikan hartamu kepadanya!”

Pria itu bertanya lagi, “Bagaimana jika dia memerangiku?”

Nabi menjawab, “Lawanlah dia!”

Pria itu bertanya lagi, “Bagaimana jika dia berhasil membunuhku?”

Nabi menjawab, “Maka kamu syahid.”

Pria itu bertanya lagi, “Bagaimana jika aku yang berhasil membunuhnya?”

Nabi menjawab, “Maka dia di neraka.” (HR. Muslim)

Inilah agama yang membangkitkan makna kemuliaan dari dalam jiwa-jiwa yang tertawan dan hancur, serta mengajarkan manusia agar tidak membiarkan kehormatannya diinjak-injak.

Namun, seandainya pertanyaan ini diajukan kepada para ulama penguasa durjana (ulama su’u) dan para penyeru jalan tengah serta moderasi sebagaimana yang mereka klaim, niscaya mereka akan berkata kepadanya, “Apalah arti dunia dan uang ini. Itu hanyalah kesenangan sesaat yang akan sirna. Jangan korbankan dirimu. Tidak apa-apa! Bersabarlah, semoga Allah menggantinya untukmu. Semua uangmu yang dirampas itu akan diganti oleh Allah kelak di hari kiamat. Mengapa kamu cemas!? Tidak ada yang sia-sia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala!”

Narasi seperti ini sama sekali tidak memiliki bagian dari agama Allah. Namun, kita justru telanjur mengikutinya sehingga kita hidup di bawah kaki kezaliman dari generasi ke generasi… pasrah dan bodoh, seakan lupa, Islam ditulis dengan antara lain darah para syuhada yang gigih melawan kedzaliman.

Egois dan cinta dunia teramat sangat sehingga merasa cukup dengan ibadah ritual aman, nyaman, adem, mengabaikan kehormatan, izzah, keadilan yang terinjak-injak, dan kedzaliman terhadap sesama yang merajalela, serta kehormatan dien yang dihina dina.

Seakan lupa bahwa Islam mengajarkan tegas bahwa kelembutan, kasih sayang, dan kekuatan ada tempatnya masing-masing.

Kekuatan yang tidak pada tempatnya adalah suatu kedzaliman, dan kasih sayang yang tidak pada tempatnya adalah kehinaan.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT