BeritaKabupaten DharmasrayaParlemen

Drainase Harapan: Ketika Wakil Rakyat Turun ke Parit, Bukan Sekadar ke Podium

711
Parit bersih di Nagari Sungai Duo dan Nagari Batu Rijal, Kabupaten Dharmasraya
Parit bersih di Nagari Sungai Duo dan Nagari Batu Rijal, Kabupaten Dharmasraya. (f/ist)

Di banyak tempat, pembangunan drainase dianggap biasa saja. Tetapi di sini, ia mengubah ritme hidup masyarakat. Ia mengubah rasa takut menjadi rasa aman. Ia mengubah keluhan menjadi terima kasih.

Itulah mengapa hari itu, ketika hujan turun, masyarakat merasa ada seseorang yang benar-benar memikirkan mereka. Seseorang yang melihat kampung bukan dari atas podium, tetapi dari pinggir parit.

ADVERTISEMENT

Di ujung obrolan dengan media, Kis menutup kalimatnya dengan suara yang sedikit bergetar.

“Atas nama masyarakat, kami mengucapkan terima kasih banyak. Semoga Pak Dewan sehat selalu.”

Kalimat sederhana, tapi penuh perasaan. Karena bagi masyarakat, rasa terima kasih itu lahir dari pengalaman nyata, bukan dari harapan kosong.

Mereka tidak memuji karena ingin proyek lanjutan. Mereka memuji karena merasakan tangan seorang wakil rakyat yang bekerja dengan nurani.

Meski anggaran pemerintah masih terbatas, masyarakat dua nagari itu kini memiliki satu pegangan baru percaya bahwa masih ada politisi yang bekerja dengan hati.

Parit-parit kecil yang kini mengalir itu seolah menjadi metafora perjalanan politik yang ideal, tenang, jernih, bermanfaat. Dan masyarakat hanya berharap agar aliran itu tidak berhenti.

Karena di kampung seperti Sungai Duo dan Batu Rijal, pembangunan bukan sekadar angka atau laporan. Ia adalah perpanjangan tangan dari sebuah amanah. Dan saat amanah itu dipegang oleh seseorang yang memahami akar tempat ia tumbuh, hasilnya bukan hanya infrastruktur.

Hasilnya adalah kepercayaan. Dan kepercayaan adalah sesuatu yang paling mahal dalam politik hari ini.

(Sutan)

Exit mobile version