Mjnews.id – Kepedulian tanpa batas kembali ditunjukkan para wartawan di Kabupaten Sijunjung. Melalui gerakan Wartawan Sijunjung Peduli Bencana, bantuan untuk korban “galodo” di Kabupaten Solok akhirnya disalurkan pada Kamis 4 Desember 2025.
Bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana selama enam hari—mulai Jumat (28/11) hingga Rabu (3/12)—di Simpang Tugu Muaro Sijunjung, bekerja sama dengan BAZNAS. Antusiasme masyarakat begitu tinggi, menghasilkan beragam kebutuhan pokok untuk para korban bencana.
Bantuan yang disalurkan meliputi 20 dus air mineral, 10 dus mie instan, 10 karung beras (10 kg), 30 tray telur ayam, 1 lembar sarung, 60 potong pakaian anak-anak (baru), 3 potong pakaian remaja (baru), dan 3 karung pakaian layak pakai.
“Terima kasih atas bantuan masyarakat Sijunjung,” ungkap Serma R. Octa Dalga, personel Kodim 0309/Solok yang mendampingi rombongan saat penyaluran bantuan di Nagari Saniang Baka dan Paninggahan.
Kondisi di lapangan terlihat memprihatinkan. Kepala MTs Muhammadiyah Saniang Baka, Reginal Maukar, menyebut pihaknya kini mencari lahan relokasi karena bangunan sekolah rusak berat diterjang galodo.
Setelah menyambangi Saniang Baka dan Paninggahan, rombongan wartawan bersama Ketua Forum Kabupaten Sijunjung Sehat, Fajar Septrian, juga menyalurkan bantuan ke Nagari Koto Sani. Perjalanan menuju lokasi memperlihatkan betapa parahnya dampak bencana.
“Bebatuan besar yang kita lalui ini dulunya adalah jalan. Kini, hanya jembatan yang tersisa,” ujar Ovi, inisiator aksi, sembari memikul mie instan dan air mineral ke rumah-rumah warga di Jorong Padang Belimbing, Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak.
Bantuan Berikutnya
Aksi kemanusiaan tidak berhenti sampai di situ. “Penyerahan bantuan akan kita lanjutkan Sabtu, 6 Desember 2025,” kata Herman, Ketua DPC PPWI Sijunjung.
Koordinator lapangan, Rahmad Danus, turut menyampaikan apresiasinya, “Terima kasih kepada para donatur. Bantuan telah kami salurkan kepada warga yang membutuhkan.”
Adapun kebutuhan mendesak warga saat ini mencakup pembangunan jembatan baru, perbaikan dan pembangunan kembali rumah yang hanyut maupun roboh, pembersihan lumpur setinggi lutut di pemukiman, serta pengadaan perabot rumah tangga dan pakaian.
Aksi solidaritas ini menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat Sijunjung tidak pernah padam, terutama ketika saudara-saudara di daerah tetangga tertimpa musibah. Semangat gotong royong kembali menguat di tengah duka.
(tri)












