BeritaKabupaten Sijunjung

Pemkab Sijunjung Peringati Hari Lahir Pancasila 2026

19
Pemkab Sijunjung Peringati Hari Lahir Pancasila 2026
Pemkab Sijunjung Peringati Hari Lahir Pancasila 2026. (f/ist)

Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan bahwa Pancasila merupakan rumah besar bagi keberagaman Indonesia yang mempersatukan ratusan juta masyarakat dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya dan bahasa yang berbeda.

Pemerintah, lanjut dia, telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu agenda yang paling mendasar adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, kemajuan ekonomi dan teknologi harus tetap berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai Pancasila agar tidak menimbulkan ketimpangan sosial maupun degradasi moral.

Dalam era globalisasi dan digitalisasi saat ini, tantangan terhadap Pancasila dinilai semakin nyata. Penyebaran paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi hingga disinformasi menjadi ancaman yang harus dihadapi bersama.

Karena itu, melalui Asta Cita, pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, birokrasi, ekonomi hingga ruang digital.

Di bidang pendidikan, sekolah dan perguruan tinggi diharapkan menjadi tempat lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan integritas moral yang tinggi.

Sementara dalam sektor pemerintahan, nilai-nilai Pancasila harus tercermin melalui pelayanan publik yang adil, transparan dan berpihak kepada masyarakat.

Sedangkan dalam bidang ekonomi, pemerintah mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kerakyatan serta koperasi agar manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Tak hanya itu, masyarakat juga diajak menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berinteraksi di ruang digital dengan mengedepankan etika, toleransi dan sikap saling menghargai.

“Mari kita perangi hoaks, ujaran kebencian dan provokasi dengan literasi digital serta semangat gotong royong,” tukasnya.

(tri)

Exit mobile version