BeritaKabupaten Solok

Pjs Bupati Solok Jadi Inspektur Upacara dalam rangka Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96

687
×

Pjs Bupati Solok Jadi Inspektur Upacara dalam rangka Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96

Sebarkan artikel ini
Pjs Bupati Solok Jadi Inspektur Upacara dalam rangka Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96
Pjs Bupati Solok, Akbar Ali Jadi Inspektur Upacara dalam rangka Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96. (f/pemkab)

Mjnews.id – Pjs Bupati Solok, Akbar Ali, menjadi Inspektur Upacara dalam rangka Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96. bertempat di lapangan Kantor Bupati Solok, Senin (28/10/2024).

Dalam upacara itu, diikuti oleh Forkopimda, Ketua DPRD Ivoni Munir, S.Farm, Apt., Sekretaris Daerah Medison, S.Sos, M.Si, Para Staf Ahli Bupati, Para Asisten,
Kepala OPD, Camat se-Kabupaten Solok, Kepala Bagian Lingkup Setda Kab. Solok, Walinagari se-Kabupaten Solok, LASN dan THL Lingkup Pemerintah Kabupaten Solok

ADVERTISEMENT

Menpora RI yang disampaikan oleh Inspektur Upacara bahwa pada saat ini bangsa Indonesia tengah memperingati sebuah peristiwa penting dalam sejarah kebangsaan Indonesia yaitu peristiwa Sumpah Pemuda tahun 1928. Sebuah peristiwa dimana para pemuda Indonesia menyatakan tekad dan kehendak yang kuat untuk bersatu di tengah kenyataan keragaman untuk menghadirkan Negara Indonesia.

Bulan Pemuda dan Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2024 ini berbarengan dengan masa transisi pemerintahan baru yang akan mengorkestrasi langkah bangsa Indonesia mewujudkan target-target Pembangunan jangka menengah sebagai landasan pencapaian target Pembangunan jangka panjang 2045, yaitu terwujudnya Indonesia Emas yang bercirikan kemajuan dan kesejahteraan yang makin tinggi, serta kiprah bangsa Indonesia yang lebih kuat dalam kancah global.

Momentum ini merupakan kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk memberikan perhatian yang lebih besar kepada agenda-agenda pengembangan kepemudaan sebagai bagian penting dalam Pembangunan Indonesia, baik dalam posisi pemuda sebagai subjek maupun sebagai objek pembangunan. Sebagai subjek Pembangunan sebahagian pemuda Indonesia telah memiliki kemampuan untuk berpartisipasi aktif dalam beragam sektor pembangunan nasional, bahkan pada agenda SGDs (Sustainable Development Goals) Perserikatan Bangsa Bangsa yang merupakan agenda global.

Pada sebahagian yang lain, pemuda Indonesia masih membutuhkan layanan pemberdayaan untuk membangun potensi yang masih terpendam hingga potensi tersebut menjadi kekuatan dalam kepemimpinan, kepeloporan dan kewirauasahaan.

Harapan kepada pemuda untuk lebih berperan dalam pembangunan nasional Indonesia adalah tepat adanya, karena pada hakikatnya pemuda adalah pemilik masa depan. Hasil pencapaian hal ini dapat ditemukenali dari capaian Indeks Pembangunan Pemuda atau IPP. Sebagai indikator kualitas kepemudaan pada tahun 2024 Indeks Pembangunan Pemuda berada pada 56,33 persen, dengan rincian capaian domain Pendidikan sebesar 70 persen, domain kesehatan dan kesejahteraan sebesar 65 persen, domain gender dan diskriminasi sebesar 53,33 persen. Sementara itu domain lapangan dan kesempatan kerja sebesar 45 persen serta domain partisipasi dan kepemimpinan sebesar 43,33 persen.

Peran pemerintah daerah sungguh sangat penting untuk menggerakkan pelayanan kepemudaan. Peran ini diwujudkan dalam bentuk kebijakan dan program kepemudaan yang baik dan berkesinambungan, serta diwujudkan dalam bentuk Rencana Aksi Daerah (RAD) layanan kepemudaan yang berorientasi kepada peningkatan IPP yang disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing. Oleh karena itu setiap upaya untuk memperbaiki kebijakan kepemudaan pada tingkat daerah patut mendapatkan penghargaan yang setinggi-tingginya, karena hal ini akan berdampak kepada perluasan cakupan dan jangkauan pelayanan kepemudaan, sehingga tidak ada satu orang pemudapun yang tidak mendapatkan pelayanan.

“Pada momentum peringatan hari sumpah pemuda ini, marilah kita bersama-sama melakukan berbagai macam langkah untuk mengembangkan potensi pemuda melalui aktivitas yang mendorong perkembangan kreativitas dan inovasi pemuda Indonesia dengan berbagai cara yang dapat dilakukan,” ujarnya.

Marilah kita bersama membuka kesempatan seluas-luasnya kepada pemuda Indonesia untuk berpartisipasi dalam seluruh dimensi pembangunan Indonesia sesuai dengan kompetensi dan passion masing-masing.

“Mari kita perbaiki kepedulian kita kepada pemuda Indonesia melalui perbaikan pelayanan kepemudaan, perbaikan tata-kelola pelayanan kepemudaan, dan dukungan sumber daya,” katanya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT