Mjnews.id – Pemerintah Kota Bukittinggi secara resmi melaunching program Tabungan Haji Pelajar. Kegiatan ini dilaksanakan di Halaman Balaikota, Jumat 20 Juni 2025.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, terobosan baru bidang keagamaan untuk para generasi muda ini, menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menyiapkan diri para pelajar agar sedari dini menimbulkan keinginan untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Program ini bekerjasama dengan BUMD Bukittinggi, Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Jam Gadang.
“Tabungan haji pelajar ini kita bikin programnya, karena ada keinginan kami agar jamaah haji kita kedepan, bisa menunaikan ibadah haji pada usia muda. Sehingga tidak lagi banyak jamaah haji, yang berangkat pada usia lanjut atau lansia. Ini kita upayakan agar saat usia muda, pelaksanaan ibadah haji semakin maksimal,” ujar Ramlan.
Program ini, lanjut Wako, menjadi motivasi dan stimulan bagi warga, khususnya pelajar, untuk dapat menabung haji.
“Tapi ini tidak dipaksa. Bukan jumlahnya yang penting, bukan nilainya kita lihat, tapi bagaimana kita mendidik anak anak lebih dekat dengan Allah, rajin beribadah, termotivasi untuk melaksanakan ibadah haji. Kedepan, seluruh pegawai di lingkungan Pemko Bukittinggi, juga disarankan untuk membuka tabungan haji,” pesannya.
“Daftar tunggu haji itu sudah mencapai 20 tahun lebih. Sehingga setelah tamat SMP, pelajar bisa mendaftar haji di usia 14 tahun misalnya, 20 tahun yang akan datang mereka bisa berangkat di usia 30 atau 40-an,” tambah Wako.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi, Herriman, menjelaskan, jumlah pelajar SD dan SMP, se Kota Bukittinggi 22.000 lebih. Dari jumlah itu, hingga saat ini sebanyak 2.729 pelajar sudah mendaftar untuk tabungan haji pelajar.
“Program ini murni insiasi dari Bapak Wali Kota Ramlan Nurmatias. Program ini sangat berarti, berpijak dari kekhawatiran wali kota terhadap banyaknya jamaah haji lansia yang berangkat setiap tahun. Untuk itu, dimotivasi dari dini, pelajar menabung untuk berangkat haji, setelah usia 12 tahun bisa mendaftarkan diri, karena daftar tunggu mencapai 20 tahun lebih,” ungkapnya, diamini Kakan Kemenag Bukittinggi, Eri Iswandi.











