pemkab muba
BeritaKabupaten SijunjungUNP

Riset Perhutanan Sosial di Sijunjung, Mahasiswa UNP Hasilkan Rekomendasi Pengelolaan Hutan dan Teknologi GIS

28
×

Riset Perhutanan Sosial di Sijunjung, Mahasiswa UNP Hasilkan Rekomendasi Pengelolaan Hutan dan Teknologi GIS

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa UNP Riset Perhutanan Sosial di Nagari Tanjung Bonai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupten Sijunjung
Mahasiswa UNP Riset Perhutanan Sosial di Nagari Tanjung Bonai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupten Sijunjung. (f/ist)

Mjnews.id – Di balik rimbunnya hutan Nagari Tanjung Bonai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, tersimpan semangat kolaborasi antara masyarakat adat, pemerintah nagari, dan pengelola hutan dalam menjaga kelestarian alam.

Semangat tersebut menjadi dasar penelitian yang dilakukan Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Negeri Padang (UNP), yang kini telah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan penelitian di kawasan perhutanan sosial Tanjung Bonai Aur tersebut.

ADVERTISEMENT

Dalam relis yang diterima Kamis 20 Agustus 2026, penelitian yang mengangkat judul “Penguatan Perhutanan Sosial Melalui Pendekatan Sosial Ekologis untuk Mendukung Estimasi Cadangan Karbon Berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS)” ini tidak hanya bertujuan menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan rekomendasi strategis bagi pengelolaan Hutan Nagari Tanjung Bonai Aur yang lebih berkelanjutan.

Selama beberapa bulan pelaksanaan penelitian, tim mengintegrasikan pendekatan sosial dan ekologis untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi kawasan hutan, kelembagaan lokal, hingga potensi cadangan karbon yang dimiliki oleh hutan nagari ini.

Tahapan penelitian ini diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Nagari Tanjung Bonai Aur sebagai bentuk silaturahmi sekaligus penyampaian maksud dan tujuan penelitian kepada stakeholder. Selanjutnya, tim melakukan wawancara mendalam dengan berbagai pihak, di antaranya Wali Nagari, Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN), Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL), Yayasan KKI Warsi, Dinas Kehutanan, tokoh adat, serta masyarakat yang terlibat langsung dalam pengelolaan kawasan perhutanan sosial.

Selain menggali informasi mengenai kelembagaan, aturan adat, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kawasan hutan, tim juga melaksanakan penyebaran kuesioner kepada masyarakat sebagai bagian dari analisis kuantitatif untuk mengukur persepsi masyarakar nigari terhadap pengelolaan perhutanan sosial.

Tidak hanya itu saja, penelitian juga dilanjutkan dengan pengambilan data ekologis melalui pengukuran vegetasi pada sejumlah plot penelitian di dalam kawasan Perhutanan Sosial. Tim melakukan pengukuran diameter dan tinggi pohon, identifikasi jenis vegetasi, serta pengambilan titik koordinat menggunakan perangkat Global Positioning System (GPS). Data lapangan tersebut kemudian diolah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menghasilkan peta kondisi tutupan lahan dan estimasi cadangan karbon kawasan.

Ketua Tim PKM-RSH Universitas Negeri Padang, Fhazle Maulla Haqani, mengatakan bahwa penelitian ini dirancang agar mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat.

“Kami ingin penelitian ini tidak berhenti sebagai laporan ilmiah saja. Hasil yang kami peroleh diharapkan mampu menjadi dasar dalam memperkuat pengelolaan perhutanan sosial di Nagari Tanjung Bonai Aur melalui pendekatan yang memadukan aspek sosial, kondisi ekologis, serta pemanfaatan GIS. Oleh sebabnya rekomendasi yang dihasilkan benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan hutan,” kata Fhazle.

Menurutnya, keberhasilan penelitian tidak lepas dari keterbukaan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan yang telah memberikan dukungan sejak awal hingga selesainya proses pengambilan data.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT