Sementara itu, Ketua Umum HMPS KPI periode sebelumnya, Fanky Albest Maulana Afdhan mengapresiasi proses demokrasi yang telah dilalui. Ia menilai kemunculan dua Paslon perempuan pada awal pencalonan merupakan pola kepentingan politik di atas yang mempengaruhi kemunculan calon, namun ini juga indikator positif bagi arah organisasi.
“Ini membuktikan bahwa HMPS KPI Adalah ruang belajar yang inklusif dan terbuka tanpa sekat gender. Saya berharap kepemimpinan baru mampu melanjutkan estafet perjuangan organisasi dengan lebih progresif dan berdampak langsung bagi mahasiswa KPI,” ungkapnya.
Terpilihnya ketua dan wakil ketua Umum HMPS KPI 2026 dari kalangan Perempuan dinilai menjadi simbol perubahan dan kemajuan organisasi. Meskipun pemilihan diikuti oleh calon tunggal, proses panjang sebelum hari pencoblosan menunjukkan bahwa HMPS KPI memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa untuk berkompetisi secara demokratis yang adil.
Kepemimpinan baru HMPS KPI periode 2026 diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kualitas kaderisasi yang solid, serta menjawab tantangan akademik dan sosial dengan perspektif yang lebih inklusif dan berkeadilan.
(*)








