BeritaKota BukittinggiParlemen

‎Pemko dan DPRD Bukittinggi Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

30
‎Pemko dan DPRD Bukittinggi Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo
‎Pemko dan DPRD Bukittinggi Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo. (f/pemko)

Mjnews.id – ‎Pemerintah Kota Bukittinggi bersama DPRD setempat dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Indonesia, dalam rangka HUT RI ke-81 tahun 2026. Agenda yang dilaksanakan dalam paripurna istimewa digelar di Gedung DPRD, Jumat 14 Agustus 2025.

‎Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi menyampaikan, rapat paripurna mendengarkan pidato Kenegaraan Presiden RI, merupakan agenda rutin setiap tahunnya. Peringatan HUT RI ke-81, menjadi momentum mengingatkan rakyat Indonesia kembali kepada semangat persatuan Indonesia yang telah dibuktikan oleh para pendiri bangsa, para perintis dan para pejuang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

ADVERTISEMENT

‎Dalam sambutannya, Ahmad Muzani, menyampaikan Persatuan rakyat Indonesia menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk konflik ideologi dan krisis ekonomi. Pancasila, sebagai dasar negara, berfungsi sebagai titik temu yang menyatukan bangsa, mengubah perbedaan menjadi sumber energi dan kemajuan, serta memprioritaskan pemberantasan korupsi.

‎”81 tahun setelah kita merdeka, kita patut bersyukur atas kemajuan yang telah dicapai Bangsa Indonesia secara signifikan sejak merdeka, termasuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sosial. Program makanan gratis bertujuan menciptakan generasi emas 2045 yang sehat dan berkualitas, serta program koperasi Merah Putih, dan juga Sekolah rakyat yang sedang dijalani,” jelasnya.

‎Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam pidato kenegaraannya, menyampaikan, selama 21 bulan memimpin pemerintahan, Presiden menegaskan empat pedoman utama Kabinet Merah Putih, yaitu menjalankan amanat UUD 1945, menjaga kepentingan nasional yang vital, mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, serta selalu berorientasi pada kepentingan rakyat, anak-anak dan generasi penerus.

‎”21 bulan fokus pemerintah telah menyelesaikan masalah bangsa, diantaranya 121 kebijakan transformatif, swasembada pangan tercapai dalam 1 tahun, 145 aturan penyaluran pupuk dihapus, Indonesia telah mencapai swasembada 8 komoditas pangan, swasembada energi mulai terwujud melalui diesel B50 serta program makan bergizi, bansos digital dan hilirisasi,” ungkapnya.

‎Selain itu, di tengah gejolak global yang ditandai konflik geopolitik, perang dagang, gangguan rantai pasok, dan tekanan ekonomi, Presiden menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap aman. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931 triliun dan berhasil membuka 2,7 juta lapangan kerja baru. Sementara itu, pada periode Januari–Juni 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp1.010 triliun dan menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas investasi dan penciptaan lapangan kerja tetap bergerak positif di tengah ketidakpastian ekonomi global.

‎Pertumbuhan ekonomi juga menunjukkan kinerja yang positif. Pada kuartal I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61%, yang disebut sebagai pertumbuhan kuartal pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Sementara itu, pada semester pertama 2026, ekonomi tumbuh 5,45%, juga menjadi pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Capaian ini memperlihatkan bahwa kebijakan pemerintah tidak hanya diarahkan pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan fundamental ekonomi agar Indonesia semakin mampu berdiri di atas kaki sendiri.

‎”Kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan, kemerdekaan adalah apa yang dapat dirasakan oleh rakyat,” tegas Presiden RI.

‎Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, pidato kenegaraan Presiden menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat semangat persatuan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pembangunan daerah harus sejalan dengan arah pembangunan nasional, dengan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

‎”Semangat kemerdekaan harus terus kita wujudkan melalui pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kita di daerah akan terus mendukung program pemerintah pusat dan menjalankan pembangunan sesuai dengan kebutuhan serta kepentingan masyarakat,” ujarnya.

‎‎(Aii)

Exit mobile version