PAD Meningkat
Selanjutnya, Kadispora Kota Bukittinggi, Rofi Hendra yang dihubungi di kantornya mengungkapkan, Dinas Pariwisata berharap setelah kegiatan PEDATI dibuka pada 09 Desember 2023, kegiatan ini dapat mendongkrak geliat pariwisata di Bukittinggi yang kita ketahui keadaan cuacanya sering hujan. Kita juga baru saja mendapatkan musibah erupsi Gunung Marapi, keadaan ini juga terjadi penurunan pengunjung wisata luar biasa, begitu juga jual beli di Kota Bukittinggi.
Sebagai contoh, sebelum terjadi musibah erupsi Gunung Marapi di mana PAD kita yang bersumber dari objek wisata setiap harinya Rp100 juta, tetapi setelah erupsi, PAD menurun sangat tajam, tidak mencapai Rp20 juta setiap hari, paling-paling Rp16 juta sampai Rp18 juta.
Melalui PEDATI ke-13 ini, Kami selalu mempromosikan dalam rangka hari jadi kota, ada event, dan kita berharap ada kolaborasi dengan kabupaten kota, paguyuban kami undang, semuanya dengan harapan pengunjung dapat meningkat ke Kota Bukittinggi.
Ini terbukti. Sejak pergelaran PEDATI dibuka, jumlah pengunjung yang datang ke Bukittinggi dan jual beli pedagang UMKM dan PAD terjadi peningkatan. Setelah empat hari digelarnya PEDATI, sekarang PAD mulai naik, sudah mencapai Rp66 juta setiap harinya.
“Walaupun belum mencapai angka normal 100 persen, karena dipengaruhi cuaca yang sering hujan, tetapi peningkatan PAD sudah terlihat. Peningkatan juga dirasakan oleh pedagang kita di sektor UMKM. Ya, secara kasat mata jual beli pedagang di sektor UMKM terjadi peningkatan,” ungkapnya.
(Adv/Siti Aisyah)
#pariwarapemkobukittinggi









