AdvKota PadangParlemen

DPRD Kota Padang Gelar Rapat Paripurna Penyampaian LKPj Wali Kota Tahun 2024, ini Detailnya

776
Fadly Amran sampaikan LKPj Wali Kota Tahun 2024 ke DPRD Kota Padang
Fadly Amran sampaikan LKPj Wali Kota Tahun 2024 ke DPRD Kota Padang. (f/humas)

Berdasarkan data terbaru, angka stunting di Kota Padang berhasil ditekan dari 24,2 persen pada tahun 2023 menjadi 17,29 persen pada September 2024.

“Pencapaian ini merupakan hasil dari berbagai program kesehatan yang berfokus pada peningkatan gizi anak dan ibu, penyuluhan kesehatan, serta optimalisasi akses layanan kesehatan. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah dalam mengatasi stunting berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, perhatian terhadap penyandang disabilitas juga menjadi salah satu prioritas dalam program Padang Amanah.

Hingga tahun 2024, sebanyak 2.888 penyandang disabilitas telah mendapatkan perhatian khusus melalui berbagai program kesejahteraan sosial.

“Untuk menunjang capaian ini, Pemko Padang terus meningkatkan sarana dan prasarana publik yang ramah difabel, serta memberikan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kemandirian mereka. Langkah ini bertujuan agar mereka dapat berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi kota,” ujarnya.

Di sektor ekonomi dan infrastruktur, Pemko Padang telah menyelesaikan pembangunan Pasar Raya Fase VII pada tahun 2024.

“Pasar ini kini telah beroperasi penuh dan diharapkan dapat mendukung para pelaku usaha kecil dan menengah serta meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat. Keberadaan pasar yang modern dan tertata ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat sektor perdagangan di Kota Padang,” ucapnya.

Dari segi pengelolaan anggaran, realisasi APBD Kota Padang menunjukkan hasil yang sangat positif.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, Pendapatan Daerah mencapai Rp2,53 triliun dari target Rp2,55 triliun atau sekitar 99,02 persen.

Sementara itu, Belanja Daerah terealisasi sebesar Rp2,44 triliun dari target Rp2,59 triliun atau sekitar 94,18 persen.

“Adapun rincian belanja lainnya mencakup, Belanja Operasi sebesar Rp2,21 triliun dari target Rp2,33 triliun (94,61 persen). Belanja Modal sebesar Rp227,2 miliar dari target Rp243,9 miliar (93,17 persen), dan Belanja Tidak Terduga sebesar Rp5,3 miliar dari target Rp13,6 miliar (39,16 persen),” terangnya.

Exit mobile version