PADANG, Mjnews.id – Surat Kabar Harian Umum Semangat secara resmi lahir tanggal 17 April 1965 dalam suasana nasional menumpas kegiatan unsur kiri PKI. Di awal tahun itu terjadi ketegangan politik. Akibat kecemerlangan unsur kiri, maka di dunia persuratkabaran terjadi pergolakan dengan kesimpulan koran-koran Badan Pendukung Soekarnoisme (BPS) dicabut Surat Izin Terbit (SIT)-nya.
Di Padang, sesudah surat kabar Respublika, Dwikora dan Fakta Minggu tidak bertahan lagi terbitnya karena alasan tekhnis, maka tinggal hanya dua penerbitan, Keduanya adalah Suara Persatuan yang merupakan koran milik PKI serta Harian Aman Makmur yang independen. Dengan alasan ada kaitan dengan BPS, surat kabar Harian Aman Makmur akhirnya juga dihentikan terbitnya. Sehingga tinggallah Surat Kabar Suara Persatuan beroperasi sendiri.
Dalam suasana kosong inilah Kodam III/17 Agustus c/q Pepelrada Sumbar memanfaatkan personil maupun materil SKH Aman Makmur untuk menerbitkan surat kabar dengan mission Angkatan Darat. Pemanfaatan seperti dimaksud di atas, dilaksanakan sesuai Surat Keputusan Pepelrada (Penguasa Pelaksana Dwikora Daerah) Sumatera Barat Nomor KEP-01/PEPELRADA/3/1965 tanggal 26 Maret 1965. Semua fasilitas baik yang diperoleh maupun yang dihasilkan PT. Rumah Gadang dalam usahanya menerbitkan surat kabar Harian Aman Makmur, kemudian dikuasai Pepelrada. Untuk selanjutnya semua asset yang ada diserahkan kepada Yayasan Kesejahteraan Pembangunan (Yasebang) Kodam III/17 Agustus sebagai Badan Hukum Penerbit Surat Kabar Harian Tri Ubaya Sakti dan Warta Yudha.
Di awal penerbitannya, masyarakat pembaca diliputi suasana muak terhadap segala propaganda dan berita-berita teror PKI. Harapan hanya diarahkan pada keberanian dan kemampuan Angkatan Darat untuk menghadapi PKI. Itu sebabnya, berita yang dimuat SKH Angkatan Bersenjata Edisi Padang sangat ditunggu masyarakat. Tak salah bila oplah SKH Angkatan Bersenjata Edisi Padang makin menunjukkan grafik naik. Diperhitungkan sampai rata-rata 12.000 lembar/hari. Malah waktu terjadi tragedi nasional G30S/PKI pernah meningkat 17.000 lembar/hari atas permintaan pembaca.
Kini, dua puluh dua tahun sudah Harian Semangat yang terakhir terbit, di tahun 2000 berpulang. Namun begitu, sejumlah alumni Harian Umum Semangat sampai saat ini tetap eksis di berbagai media yang ada di nusantara, baik cetak, radio maupun online. Tak terhitung pula banyaknya alumni Semangat yang telah menunjukkan karya dan pengabdiannya terhadap dunia pers Sumatera Barat pada umumnya.
Mungkin tidak ada salahnya di momen ulang tahun ini, di saat bulan puasa yang penuh berkah ini, kita menyampaikan Al Fatihah buat semua mantan-mantan wartawan dan karyawan yang telah berpulang ke haribaannya. Sebutlah sejumlah nama seperti Bapak M.S. Soekmadjaja, Bapak. H. Wahidin, Bapak Roesli Sjaridin, Bapak H. Kamardi Rais Datuak P. Simulie, Bapak H. Effendy Koesnar, Bapak Zakaria Zamin dan masih banyak lagi nama-nama lain yang telah berpulang. Semoga semua Almarhum diterima di sisi Allah Yang Maha Kuasa.. Aamiinn…
Sedang bagi kita yang masih tinggal dan masih berkarya, semoga rasa sesama alumni, Insya Allah akan tetap erat di dada kita masing-masing.
57 tahun sudah Harian Umum Semangat. Untuk alumni, Selamat Milad!
(ns/eds)
