Kota Pariaman

Cerita Warga Naras I, Pembuat Kapal Nelayan di Kota Pariaman

225
×

Cerita Warga Naras I, Pembuat Kapal Nelayan di Kota Pariaman

Sebarkan artikel ini
Yota Balad tinjau pembangunan Kapal Nelayan
Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Yota Balad ketika meninjau pembangunan Kapal Nelayan ini, disela gotong royong pembangunan jalan baru di Desa Naras I, Kamis (10/2/2022). (mcp)

Kota Pariaman, Mjnews.id – Cerita Warga Naras I, pembuat kapal nelayan di Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, di mana mereka dengan keahliannya sejak lama telah membuat kapal ini sejak puluhan tahun lalu.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Yota Balad, ketika meninjau pembangunan Kapal Nelayan ini, disela gotong royong pembangunan jalan baru di Desa Naras I, Kamis (10/2/2022).
“Selama ini, kita mendengar hanya di Pesisir Selatan saja yang bisa membuat Kapal, Ternyata ada warga kita yang juga bisa membuat Kapal, dan ini telah ada sejak puluhan tahun lalu, dan hasilnyapun sangat bagus,” ujarnya.
Karena itu, Yota Balad berharap usaha ini kiranya dapat dipertahankan, walaupun di tengah pandemi Covid-19 yang melanda sejak 3 tahun belakangan ini. Dan ia sangat mengapresiasi usaha yang dilakukan oleh warga Naras I ini.
“Kami paham dengan keadaan yang menyebabkan ekonomi kita melambat akibat pandemi ini, tetapi kita harus optimis, bahwa ujian ini dapat segera berakhir, dan kita dapat hidup normal dan ekonomipun akan pulih kembali,” tutupnya.
Salah satu pembuat Kapal warga Desa Naras I ini adalah Rudi (46), yang juga Ketua kelompok Nelayan Gabuo, Desa Naras 1, dimana dirinya membuat Kapal ini meneruskan usaha orang tua, dan telah berkecimpung dengan perkapalan ini selama lebih kurang 35 tahunan.
“Sejak kecil, saya sudah diajarkan membuat Kapal oleh orang tua saya, dari pemilihan kayu yang kuat dan bagus, sampai membuat kapal dengan berbagai ukuran yang bisa awet dan tahan lama,” ucapnya.
Rudi menjelaskan untuk 1 Kapal jaring ukuran 5 M, dapat ia jual seharga 12 juta, kalau Kapal pancing panjang 8 M, dijual dengan harga 13,5 juta, itu diluar cat. Khusus untuk Kapal payang panjang 10 M, dijual dengan anggaran 30 juta lengkap, sudah di cat yang mempunyai kualitas cat yang bagus dan tahan lama.
“Dalam setahun, saya bisa membuat 3 buah Kapal pesanan dari Nelayan, baik Kota Pariaman maupun Kabupaten Padang Pariaman, tetapi sejak pandemi permintaan pembuatan kapal jauh berkurang, terkadang hanya 1 buah Kapal, bahkan tidak ada pesanan, hanya renovasi Kapal saja,” ungkapnya.
Untuk renovasi kapal, bisa ia kerjakan selama 3 sampai 5 hari, tergantung jenis kapalnya, mulai dari harga 500 ribu sampai 1,5 juta, tergantung jenis kapal dan kerusakanya.
“Karena sepinya pesanan Kapal saat ini, untuk kehidupan sehari-hari, ia yang berprofesi sebagai nelayan ini, untuk malam harinya berjualan minuman Teh Talua (Teh Telor) di kedai sendiri,” tukasnya.
Sementara itu Febby Datuak Bangso, Politikus dari PKB ini, yang melihat hasil karya Kapal dari warga Naras I ini tertarik untuk memesan 1 (satu) buah Kapal kepada Rudi, untuk dibawanya ke Tanah Datar.
“Awalnya saya mendapat kabar yang pembuat Kapal ini hanya ada di Pesisir Selatan, tetapi setelah mendapat kabar dari Sekda Kota Pariaman, bahwa disini ternyata ada yang bisa membuat Kapal, saya datang langsung melihat karya warga Naras I ini, dan langsung memesan 1 buah Kapal untuk saya tempatkan di rumah Bagonjang saya di Tanah Datar,” jelasnya mengakhiri.
(j/sul)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *