BeritaKota Payakumbuh

Momentum Harkitnas 2026, Pemko Payakumbuh Lantik Puluhan ASN

29
Pemko Payakumbuh peringati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2026
Pemko Payakumbuh peringati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2026. (f/pemko)

Mjnews.id – Pemerintah Kota Payakumbuh menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di halaman Balai Kota setempat, Rabu (20/05/2026).

Upacara tersebut diikuti unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh, serta para pelajar.

ADVERTISEMENT

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman bertindak selaku inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

“Semangat 1908 adalah tonggak ketika perjuangan bangsa bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi mewujudkan kedaulatan bangsa yang bermartabat,” ujar Elzadaswarman.

Ia juga menyampaikan semangat Kebangkitan Nasional harus terus dijaga sebagai fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan di era modern.

Peringatan Harkitnas tahun 2026 mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema tersebut menjadi refleksi penting untuk meneguhkan kembali semangat persatuan, nasionalisme, dan perjuangan bangsa sebagaimana dicetuskan melalui lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada 1908.

Semangat Kebangkitan Nasional, kata Elzadaswarman, dinilai tetap relevan di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. Seluruh elemen bangsa diharapkan memiliki komitmen bersama dalam menjaga dan mempersiapkan generasi penerus sebagai fondasi utama menuju Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.

Dalam amanat itu juga ditegaskan bahwa Kebangkitan Nasional bukan sekadar catatan sejarah, melainkan tonggak perubahan perjuangan bangsa dari perlawanan fisik menuju perjuangan berbasis intelektualitas, persatuan, dan diplomasi.

Elzadaswarman menyampaikan bahwa semangat Kebangkitan Nasional harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri bangsa.

Menurutnya, tantangan kebangsaan saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan kedaulatan wilayah, tetapi juga menyangkut kedaulatan informasi, penguasaan teknologi, dan transformasi digital.

“Saat ini tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital,” lanjutnya.

Exit mobile version