Dalam kesempatan itu, Elzadaswarman juga menyampaikan penghargaan kepada para guru RA yang dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk dasar pendidikan dan akhlak anak.
“Guru RA bukan hanya mengajarkan membaca dan menulis, tetapi juga menanamkan disiplin, kebiasaan baik, dan nilai moral kepada anak-anak. Ini merupakan tugas besar yang sangat menentukan masa depan generasi kita,” katanya.
Ia turut mengapresiasi dukungan para orang tua dan wali murid yang dinilai menjadi bagian penting dalam keberhasilan pendidikan anak.
“Keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan penuh keluarga. Kolaborasi antara guru dan orang tua menjadi kunci dalam membentuk karakter anak,” tutupnya.
AKSIORA sebagai sarana pembinaan kreativitas, mental, dan karakter islami
Sementara itu, Ketua Panitia AKSIORA, Chandri Susanti, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana pembinaan kreativitas, mental, dan karakter islami bagi anak-anak RA di Kota Payakumbuh.
“AKSIORA bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga wadah pembentukan rasa percaya diri, pengembangan bakat, dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi anak usia dini,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya partisipasi peserta dan dukungan orang tua menjadi motivasi bagi panitia untuk terus menghadirkan kegiatan positif bagi pendidikan anak usia dini di Kota Payakumbuh.
Adapun rute Pawai Ta’aruf dimulai dari halaman Kantor Wali Kota Payakumbuh menuju Simpang Kasda, Tugu Adipura, Simpang Muhammadiyah, dan kembali finis di halaman Kantor Wali Kota Payakumbuh.
(MC/yud)
