pemkab muba
OlahragaKota Payakumbuh

Payakumbuh Kembali Jadi Tuan Rumah Pacu Kuda IHR Merdeka Cup

30
×

Payakumbuh Kembali Jadi Tuan Rumah Pacu Kuda IHR Merdeka Cup

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Zulmaeta sebut Payakumbuh kembali Jadi Tuan Rumah Pacu Kuda IHR Merdeka Cup
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta. (f/pemko)

Mjnews.idKota Payakumbuh kembali dipercaya menjadi tuan rumah Indonesia’s Horse Racing Merdeka Cup (IHR Merdeka Cup) pada 2026 di Lapangan Pacu Kuda Kubu Gadang, Minggu (23/8/2026).

Kejuaraan ini menjadi penyelenggaraan kedua secara berturut-turut di Payakumbuh sekaligus menjadikan daerah tersebut sebagai daerah pertama di luar Pulau Jawa yang dua kali berturut-turut menjadi tuan rumah ajang pacuan kuda besutan SARGA.CO.

ADVERTISEMENT

Kejuaraan tersebut mempertandingkan 15 race yang diikuti kuda-kuda terbaik dari berbagai daerah. Gelaran juga memadukan pacuan kuda modern dengan tradisi pacu kuda Minangkabau, serta menghadirkan pacu tradisional Draf Bogi dan demonstrasi Horseback Archery atau panahan berkuda.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengatakan kepercayaan kembali menjadi tuan rumah merupakan kehormatan sekaligus peluang untuk semakin memperkuat posisi Payakumbuh dalam peta olahraga berkuda nasional.

“Bagi kami, ini merupakan kehormatan besar. Payakumbuh yang memiliki tradisi kuat dan semangat olahraga mendapat kepercayaan kembali menjadi tuan rumah kejuaraan pacuan kuda tingkat nasional,” kata Zulmaeta.

Menurutnya, pacuan kuda tidak hanya menjadi bagian dari olahraga, tetapi juga merupakan warisan budaya masyarakat Minangkabau yang mengajarkan keberanian, kedisiplinan, semangat juang, dan sportivitas.

“Melalui kejuaraan ini, kita ingin semakin memperkokoh Payakumbuh sebagai salah satu sentra pacuan kuda di Sumatera Barat sekaligus memperbesar kontribusi daerah dalam perkembangan olahraga berkuda nasional,” ujarnya.

Zulmaeta berharap perhatian terhadap IHR Merdeka Cup 2026 dapat menjadi momentum untuk mengembangkan potensi kuda lokal, baik dari sisi kualitas maupun nilai ekonominya.

Menurutnya, peningkatan kualitas ternak dan nilai jual kuda perlu berjalan seiring dengan upaya membangkitkan kembali usaha peternakan kuda di Payakumbuh.

“Momen ini harus kita manfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual kuda lokal sekaligus membangkitkan kembali gairah peternakan kuda di Payakumbuh. Kita berharap dari sini lahir kuda-kuda yang mampu menjadi juara di tingkat nasional,” katanya.

Selain aspek olahraga dan peternakan, Zulmaeta menilai penyelenggaraan kejuaraan berskala nasional juga memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat.

Kehadiran peserta dan penonton dari berbagai daerah berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan, kuliner, akomodasi, transportasi, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Event seperti ini memiliki multiplier effect yang besar. Ketika wisatawan dan penonton datang ke Payakumbuh, sektor ekonomi masyarakat ikut bergerak dan pelaku UMKM memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT