BeritaKota Payakumbuh

Pemko Payakumbuh dan Kementan Jadikan ASN Pionir Penanaman Bawang Merah dan Cabai

26
Aksi penanaman serentak komoditas bawang merah dan cabai di halaman Balai Kota Payakumbuh
Aksi penanaman serentak komoditas bawang merah dan cabai di halaman Balai Kota Payakumbuh. (f/pemko)

Mjnews.id – Pemerintah Kota Payakumbuh terus mempercepat langkah pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan daerah. Setelah resmi meluncurkan inovasi “Petani Berdasi” (Petani Bersama Pemerintah Daerah Mengendalikan Inflasi) pada pekan lalu, Pemko kini merealisasikan tahap eksekusi program tersebut.

Sebagai bentuk tindak lanjut, inovasi yang digagas berdasarkan arahan kebijakan Wali Kota (Wako) Zulmaeta ini langsung mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

ADVERTISEMENT

Dukungan nyata itu ditandai dengan aksi penanaman serentak komoditas bawang merah dan cabai di halaman Balai Kota Payakumbuh, Jumat (18/9/2026).

Mewakili Wako Zulmaeta, Sekretaris Daerah (Sekda) Rida Ananda memimpin langsung kegiatan tersebut bersama Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Kementan RI, Dr. Tedy Dirhamsyah.

Dalam arahannya, Sekda Rida menegaskan bahwa penanganan inflasi bukan sekadar tugas pemerintah pusat atau Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) semata, melainkan tanggung jawab lintas sektoral.

“Petani Berdasi adalah gerakan kolaborasi. Sesuai visi Bapak Wali Kota, kita ingin Aparatur Sipil Negara (ASN) Payakumbuh menjadi role model. Tidak hanya disiplin dalam pelayanan publik yang berbasis Trilogi Zuzema (Jujur, Loyal, dan Profesional), tetapi juga memelopori kepedulian terhadap ketahanan pangan,” tegas Rida.

Sebagai langkah nyata eksekusi program, seluruh ASN yang berkantor di Balai Kota dibekali paket sarana tanam berupa polybag, media tanam, serta bibit bawang merah dan cabai untuk dipelihara di lingkungan kantor masing-masing.

Rida menambahkan, aksi ini membawa pesan edukatif dan keteladanan yang kuat bagi warga.

“Satu polybag adalah simbol. Ketika masyarakat melihat ASN mau turun tangan menanam, akan muncul kesadaran kolektif: ‘Kalau ASN saja mau menanam, kita di rumah pasti bisa.’ Kita tidak semata mengejar volume panen, melainkan membangun mentalitas kemandirian pangan,” urainya.

Kapuslatan Kementan RI, Dr. Tedy Dirhamsyah memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif cerdas Pemko Payakumbuh.

Exit mobile version