BeritaKemenagKota Sawahlunto

Kemenag Sawahlunto Warnai Momentum Awal 1447 Hijriah dengan Peaceful Muharram

381
Kementerian Agama Kota Sawahlunto mengadakan pagelaran kegiatan Peaceful Muharram, lebaran yatim dan difabel
Kementerian Agama Kota Sawahlunto mengadakan pagelaran kegiatan Peaceful Muharram, lebaran yatim dan difabel. (f/humas)

Mjnews.id – Momentum Muharram 1447 di lingkup Kementerian Agama Kota Sawahlunto diwarnai dengan pagelaran kegiatan Peaceful Muharram, lebaran yatim dan difabel Kementerian Agama Kota. Acara tersebut tidak hanya dilaksanakan secara langsung di Aula Kantor Kementerian Agama Sawahlunto tetapi juga dilakukan secara serentak Nasional melalui platform Zoom, pada Jumat 4 Juli 2025.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Sawahlunto, Dr. H. Dedi Wandra, M.A., beserta jajaran Kasubbag, Kepala Seksi, kepala sekolah, penyuluh dari KUA, serta unsur pimpinan BAZNAS Kota Sawahlunto.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Wandra menyampaikan, bahwa kegiatan ini menyalurkan santunan kepada anak-anak difabel dari SLB se‑Kota Sawahlunto sebanyak lima puluh tiga orang. Santunan juga diberikan kepada kaum dhuafa pada berbagai jenjang pendidikan, yakni seratus enam puluh empat anak MI, seratus siswa MTsN, dan tiga puluh tiga anak MA.

Selain itu, kesempatan pagi itu juga digunakan untuk memberikan bantuan khitan kepada dua anak. Secara keseluruhan, sebanyak tiga ratus lima puluh anak menerima santunan dengan total nilai  83 juta 700 ribu rupiah yang bersumber dari zakat Aparatur Sipil Negara melalui UPZ dan BAZNAS Kota Sawahlunto.

“Melalui momentum “Peaceful Muharram”, Kemenag Kota Sawahlunto mengharapkan tersalurnya santunan ini dapat memberikan keberkahan tidak hanya bagi masyarakat yang berzakat, tetapi juga bagi para penerima manfaat,” tutur Dedi Wandra.

Disebutkannya juga, Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara Kemenag, UPZ dan BAZNAS dalam menumbuhkan empati dan semangat berbagi dalam masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut juga diisi dengan Tausiyah yang disampaikan Ustaz Zulhendra, S.Ag., M.A., yang memulai ceramahnya dengan mengutip hadits dari Imam Bukhari bahwa orang yang pelit tidak akan menikmati keberkahan dalam keluarganya, meski bekerja keras. Arti penting kedermawanan untuk menghadirkan keberkahan bagi sesama pun menjadi sorotan utama dalam tausiyah tersebut.

(Uni)

Exit mobile version