BeritaKota Sawahlunto

Seni Pertunjukan Warisan Sawahlunto Lomba Tonil Berbahasa Tangsi Meriahkan HUT RI ke-81

27
Kepala Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto, Guspriadi
Kepala Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto, Guspriadi. (f/ist)

Bukan Sekedar Lomba

Pelaksanaan Lomba Tonil Berbahasa Tangsi juga ditempatkan dalam kerangka strategi pemajuan kebudayaan. Upaya tersebut mencakup pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Dengan pendekatan tersebut, lomba diharapkan tidak berhenti pada kompetisi antarpeserta. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi ruang pewarisan pengetahuan budaya, penguatan identitas lokal, sekaligus pemanfaatan seni tradisi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

ADVERTISEMENT

Di tengah perubahan zaman dan semakin kuatnya pengaruh budaya populer, keberlangsungan Bahasa Tangsi dan Tonil membutuhkan keterlibatan generasi penerus. Panggung lomba menjadi salah satu cara untuk mempertemukan kembali sejarah, bahasa, seni pertunjukan, dan kreativitas generasi muda.

Melalui kegiatan yang digelar bertepatan dengan momentum HUT ke-81 RI tersebut, Pemko Sawahlunto berharap masyarakat kembali mengenali kekayaan budaya yang lahir dari sejarah kota tambang.

Lomba Tonil Berbahasa Tangsi sekaligus menjadi momentum untuk menjaga agar Bahasa Tangsi dan seni Tonil tidak sekadar dikenang sebagai peninggalan masa lalu, melainkan terus hidup sebagai bagian dari identitas dan kebudayaan masyarakat Kota Sawahlunto.

(Uni)

Exit mobile version