Pelatihan agroforestri berbasis kopi ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan teknis kepada peserta, tetapi juga membangun kemampuan dalam mengembangkan usaha pertanian secara lebih produktif dan bernilai ekonomi.
Para peserta mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari pelaku usaha kopi serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sawahlunto.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BPVP Padang Tri Hartanto, B.Eng., M.Sc., M.Eng., Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sawahlunto, Kepala Desa Balai Batu Sandaran, pengurus Kelompok Tani Harapan Baru, peserta pelatihan, serta sejumlah unsur terkait.
Pemkot Sawahlunto berharap peningkatan keterampilan melalui pelatihan tersebut dapat berlanjut pada pengembangan usaha. Dengan demikian, sektor perkebunan kopi tidak hanya menjadi sumber produksi pertanian, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya pelaku usaha baru dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Pengembangan kopi secara berkelanjutan juga menjadi tantangan berikutnya. Pelatihan, dukungan sarana produksi, peningkatan kualitas hasil, hingga penguatan pemasaran perlu berjalan beriringan agar komoditas kopi benar-benar mampu naik kelas dan memiliki daya saing.
(Uni)
