BeritaLimapuluh Kota

Mantan Diplomat ini Ajak Generasi Muda Limapuluh Kota Aktif Membangun Jaringan Internasional

886
Diskusi Publik di Yayasan Ibrahim Tan Malaka
Diskusi Publik di Yayasan Ibrahim Tan Malaka. (f/ist)

Perkuat Kompetensi dan Gerakan di Empat Bidang

Sementara itu, Al Busyra Basnur, dalam materinya menyampaikan pentingnya kompetensi bagi para generasi muda Indonesia, untuk bersaing dalam skala lokal, nasional maupun internasional. Dia menyebut, terdapat empat bidang yang musti dikuasai untuk menjaga daya saing.

Pertama, yakni kompetensi berbicara (speaking) di depan publik sebagai sarana untuk membangun komunikasi aktif secara global atau internasional. Sebab, kompetensi berbicara dan berbahasa sangat dibutuhkan, termasuk kompetensi dalam menguasai bahasa asing.

ADVERTISEMENT

“Peluang itu pasti ada ketika kita membangun komunikasi dengan semua orang. Kuncinya tentu dengan teknik komunikasi yang baik dan secara profesional. Kompetensi ini akan menjadi modal utama dalam membangun jaringan internasional,” terang putra asli Limapuluh Kota asal Andiang Suliki.

Adapun kompetensi kedua, menurutnya, yakni bagaimana terus mengasah dan membangun jiwa kepemimpinan. Sebab, menurut Bahnur, kompetensi dan jaringan akan lahir ketika seseorang sukses dalam membangun serta mengasah jiwa kepemimpinan.

Ketiga, ditambahkan mantan wartawan itu, yakni dengan terus mengasah kemampuan dalam menulis baca sebagai tanda seorang manusia mempunyai pemikiran. Karena, menurutnya, keahlian menulis tidak hanya dipunyai pejabat publik, tetapi juga dipunyai semua orang.

“Saya tantang generasi muda di sini, ayo menulis tentang peluang atau potensi daerah ini. Karena di masa sekarang dan masa depan, tidak ada satupun profesi yang tidak terkait dengan perkembangan internasional atau global development,” ajak mantan Kedubes Ethiopia, Afrika Selatan itu.

Terakhir keempat, Basnur juga mengajak kaula muda dan masyarakat di kampung halamannya Limapuluh Kota, untuk membangun networking dan terus beradaptasi dengan perkembangan zaman seperti arus teknologi informasi yang kini berkembang pesat.

“Kita juga harus mampu mengoperasikan untuk memanfaatkan media sosial, media massa serta platform digital. Inilah jalan untuk membangun networking baru, termasuk juga dengan belajar dari pengalaman, tidak hanya pengalaman kita secara mandiri, tapi bisa juga belajar dari pengalaman orang lain,” tutur Al Busyra Basnur. (*/yud)

Exit mobile version