BPBD Kabupaten Limapuluh Kota telah menurunkan perahu karet untuk membantu proses evakuasi, terutama bagi lansia, anak-anak, dan warga yang rumahnya terendam cukup dalam.
Penyaluran Bantuan Logistik bagi Warga Pangkalan
Pemerintah kecamatan juga mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Pelaksana BPBD untuk penyaluran bantuan logistik serta rencana pendirian dapur umum.
Namun bagi warga seperti Marlis, waktu terasa berjalan sangat lambat. Banjir tidak hanya merendam rumah, tetapi juga menguji ketahanan mereka menunggu kepastian.
“Air datang cepat,” katanya lirih. Tapi bantuan rasanya lama sekali.
Pantauan Mjnews.id di lapangan, sejumlah unsur kepolisian turut hadir, di antaranya Kabag Ops Polres Limapuluh Kota, Kasat Lantas, Kapolsek, serta personel kepolisian lainnya untuk membantu pengamanan dan evakuasi warga.
Menjelang sore, langit masih tampak kelabu. Warga berharap hujan segera reda, air cepat surut, dan bantuan benar-benar hadir bukan sekadar dalam rencana dan pernyataan. Sebab bagi mereka, di tengah banjir yang menggenang hingga dada, yang paling dibutuhkan bukan hanya kata-kata, melainkan uluran tangan yang datang tepat waktu.
(Sutan)
