Mjnews id – Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Payakumbuh-Limapuluh Kota (Paliko), Aspon Dedi menghadiri Seminar Nasional Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Limapuluh Kota dengan tema “Memperkuat silaturahmi dalam mewujudkan Guru Bermutu Indonesia Maju”, bertempat di aula Kampus Poli Tani kawasan Tanjung Pati Kecamatan Harau, Kamis 29 Oktober 2026.
Di hadapan ribuan tenaga pendidik Kabupaten Lima Puluh Kota, Ketua PWI Paliko Aspon Dedi menyampaikan, Guru juga harus paham kinerja wartawan, siapa wartawan, apa tugas wartawan.
“Guru juga harus tahu mana wartawan sungguhan dan mana yang mengaku-ngaku wartawan,” kata sapaan akrab yang disapa Popon itu.
Selain harus memahami kinerja wartawan, guru juga harus paham UU Pers, sehingga bisa menilai sendiri mana wartawan yang benar-benar menjalankan tugasnya sesuai UU dan Kode Etik, mana oknum masyarakat yang hanya mengaku-ngaku wartawan.
“Jurnalis adalah mitra kerja guru juga, tapi harus tahu bermitra dengan siapa, jangan sampai salah bermitra malah terjadi intimidasi dan sebagainya yang bisa merugikan,” ungkap Aspon.
Aspon Dedi juga mengajak Guru agar tidak perlu alergi dengan wartawan,karena wartawan butuh informasi untuk diberitakan dan para Guru butuh diberitakan agar bisa diketahui publik dan masyarakat luas.
“Kami PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota siap berkoloborasi bersama PGRI Kabupaten Lima Puluh Kota dalam menyampaikan informasi kepada publik,” ujarnya.
Ditambahkan Aspon Dedi bahwa Guru (PGRI) perlu membangun sinergi/kolaborasi dengan banyak pihak, termasuk Pers (Media) dalam mencerdaskan publik.
“Tentu sinergi/kolaborasi perlu dilakukan guru dengan media untuk mencerdaskan publik/masyarakat melalui pemberitaan, kita apresiasi dengan pelibatan media dalam seminar yang digelar ini,” ucap Aspon Dedi.
Ia juga menegaskan bahwa Pers juga memiliki peran dalam pendidikan.
“Pers juga memiliki kontribusi untuk dunia pendidikan, diantaranya menyebarkan informasi yang akurat dan mudah dipahami, mengangkat praktik guru, sekolah dan komunitas dan mengawasi penggunaan anggaran serta pelaksanaan kebijakan secara bertanggung jawab.” tutupnya.
