Supardi mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat cuaca ekstrem, mengingat bencana seperti banjir dan longsor bisa terjadi kapan saja.
“Ketika bepergian jauh, carilah jalur yang aman. Jika tinggal di dekat sungai atau perbukitan, sebaiknya mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.
Selain itu, dia meminta unsur pemerintah nagari, RT, dan RW untuk memberikan informasi kebencanaan yang akurat kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi atau penanggulangan. “Dengan koordinasi yang maksimal, kekhawatiran masyarakat bisa diminimalisir,” tambahnya.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar, Hidayat, juga meminta Gubernur Sumbar untuk segera menetapkan status darurat bencana.
“Kejadian ini sudah mengancam kehidupan dan penghidupan masyarakat,” katanya.
Menurut Hidayat, dampak bencana telah menelan korban jiwa dan merusak bangunan milik warga, sarana, dan prasarana umum serta lingkungan.
Meski mendukung langkah gubernur meninjau lokasi terdampak bencana, Hidayat menekankan pentingnya kebijakan cepat dalam menghadapi dan menyikapi dampak bencana ini sesuai dengan UU Nomor 24 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Bencana.
Dengan kondisi yang semakin kritis, percepatan langkah pemerintah sangat diperlukan untuk meminimalisir dampak lebih lanjut dari bencana alam yang terjadi di Sumatera Barat.
(hpr)
