BeritaSumatera Barat

Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Minta Kapolri Copot Kapolres Dharmasraya, ini Alasannya

28
Ketua HMI Dharmasraya, Nanda Arfalia Putra, berorasi menyampaikan keresahan masyarakat terkait banyaknya kasus belum terungkap di depan Mapolres
Ketua HMI Dharmasraya, Nanda Arfalia Putra, berorasi menyampaikan keresahan masyarakat terkait banyaknya kasus belum terungkap di depan Mapolres. (f/ist)

Mjnews.id – Banyaknya kasus hukum yang belum diproses dan tidak terungkap di wilayah hukum Polres Dharmasraya, membuat puluhan mahasiswa dari berbagai elemen kampus tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Pemuda Ansor dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), melakukan aksi demo di depan gerbang masuk Polres setempat, di Gunung Medan, pada Senin (17/02/2025).

Dalam orasinya, mahasiswa menuntut Kapolri segera mencopot Kapolres Dharmasraya, AKBP Bagus Ikhwan dan Kasatreskrim, karena dinilai tidak mampu bekerja secara profesional sehingga banyaknya kasus-kasus hukum tidak diproses sesuai harapan masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Kami Aliansi Pemuda dan Mahasiswa mendesak Kapolri untuk mencopot Kapolres Dharmasraya dan Kasatreskrim terkait maraknya kasus besar yang belum terungkap”, kata ketua HMI Nanda Arfalia Putra, saat orasi di depan gerbang pos penjagaan polres setempat.

Hingga saat ini aktivitas ilegal mining, tetap berjalan tanpa tersentuh hukum. Juga banyak terjadi aksi perampokan, korupsi dan kasus asusila yang korbannya anak di bawah umur.

Bahkan dalam setahun terakhir, telah terjadi dua perampokan bersenjata api di wilayah hukum Dharmasraya yang menimbulkan keresahan di masyarakat.

Peristiwa pertama terjadi pada 30 Maret 2024 perampok bersenjata api melukai tangan seorang korban dan melarikan uang sebesar Rp127 juta. Peristiwa kedua terjadi pada 18 Januari 2025 di mana enam orang disandera dan satu korban ditembak oleh komplotan perampok bersenjata api, kasus tersebut sampai hari ini belum ada kejelasan sebutnya.

Sementara Korlap demonstran, Suhendri, menegaskan jika tuntutan kami tidak dikabulkan, mahasiswa mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar lagi, supaya didengar oleh Kapolri.

Usai melakukan demonstrasi, mahasiswa laksanakan Salat Zuhur berjamaah di jalan depan gerbang masuk Mapolres Dharmasraya, sebelum membubarkan diri.

(wy/sa)

Exit mobile version