pemkab muba
BeritaBudayaKota PadangParlemenSumatera Barat

Irman Gusman Centre, YSAKO dan YPKM Inisiasi Seminar Minangkabau Series-1, ini Tujuan dan Jadwalnya

35
×

Irman Gusman Centre, YSAKO dan YPKM Inisiasi Seminar Minangkabau Series-1, ini Tujuan dan Jadwalnya

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Panitia Seminar Minangkabau Series-1
Foto bersama Panitia Seminar Minangkabau Series-1. (f/edi saputra)

Mjnews.id – Irman Gusman Centre bersama Yayasan Sako Anak Negeri (YSAKO), Yayasan Pemajuan Kebudayaan Minangkabau (YPKM) dan Badan Koordinasi KAN (Bakor KAN) Sumatera Barat menginisiasi Seminar Minangkabau Series-1 pada Sabtu 14 Juni 2025 mendatang.

Hal itu terungkap dalam jumpa pers pihak penyelenggara bersama awak media di Rumah Makan dan Resto Talago Zam-Zam Jalan Empat Lima (Panti Bundo Saiyo) Tanjung Aur RT 01 RW 06 Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis 12 Juni 2025.

ADVERTISEMENT

Tampak hadir Ketua Panitia Penyelenggara Seminar, Hasanuddin Dt. Tan Patih yang juga seorang Ahli Budaya Universitas Andalas, Surtaveri Dt. Rajo Pangulu (Wakil Ketua Panitia Seminar), Sekretaris Panitia Seminar, Viveri Yudi alias Mak Kari, Marhadi Efendi (Direktur Irman Gusman Centre), Hanafi Zein Sutan Bagindo (Ketua UMUM YSAKO), Basrizal Dt. Pangulu Basa (Bakor KAN Sumbar), Ismail Gusman dan lainnya.

Hasanuddin menerangkan bahwa jumlah peserta Seminar Minangkabau Series-1 sekitar 80 orang yang berasal dari organisasi kemasyarakatan dan adat Minangkabau, Penghulu dan Bundo Kanduang, Alim Ulama Minangkabau, Advokat dan Lembaga Hukum, Akademi, peneliti dan pusat studi budaya, serta mahasiswa dan masyarakat umum yang peduli adat dan budaya Minangkabau.

Sementara Marhadi Efendi mengatakan, seminar bertema “Kerja Sama Masyarakat dan Pemerintah dalam Inventarisasi Masalah Minangkabau, Pemetaan dan Alternatif Pemecahan” tersebut bertujuan untuk menginventarisasi masalah-masalah kritis yang dihadapi masyarakat Minangkabau di berbagai aspek kehidupan baik itu ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan.

Selain itu, seminar diharapkan dapat menghasilkan pemetaan dan alternatif pemecahan persoalan anak nagari di Sumatera Barat. Juga merumuskan alternatif solusi yang efektif dan berkelanjutan.

Marhadi juga berharap semoga seminar ini juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah dan stakeholder dalam merespon isu-isu strategis terkini di Sumatera Barat.

Selanjutnya, Surtaveri Dt. Rajo Pangulu, menyampaikan bahwa permasalahan keminangkabauan semakin kompleks, tidak hanya soal tanah ulayat, tetapi juga struktur keluarga kaum, kepenghuluan, karapatan adat, dan lainnya.

“Hal itu disebabkan tidak saja faktor internal tetapi juga dalam relasi eksternal. Dengan kata lain, Minangkabau dihadapkan kepada berbagai persoalan strategis dalam konteks lokal, nasional, dan internasional, yang perlu diidentifikasi, dipetakan, dan dicarikan pemecahan/solusi atas persoalan-persoalan tersebut,” ujar Surtaveri.

Untuk mewadahi upaya-upaya tersebut, salah satunya adalah melalui penyelenggaraan Seminar Minangkabau berseri, di mana Series-1 bertepatan dengan momentum Reses III Tahun 2025, Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Senator Irman Gusman.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT