Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa dan seluruh peserta aksi karena telah menjaga suasana damai.
“Saya sangat bangga dan salut, karena aksi ini benar-benar mencerminkan budaya Minang yang menjunjung tinggi kebersamaan, etika, dan silaturahmi. Tidak ada sedikitpun anarkis,” tambahnya.
Menjelang sore, aksi ditutup dengan suasana kekeluargaan. Massa bersama aparat kepolisian tampak bergotong royong membersihkan sampah bekas minum dan makanan di sekitar lokasi. Beberapa mahasiswa dan aparat juga terlihat saling berfoto, menandakan tidak ada gesekan di lapangan.
Hingga berakhir sekitar pukul 17.00 WIB, aksi damai di DPRD Sumbar tersebut meninggalkan kesan positif: tuntutan tersampaikan, aspirasi diterima dengan baik, dan semangat menjaga kondusifitas tetap terjaga demi kepentingan rakyat.
(hpr)
