Mjnews.id – Pada 1 Oktober 2025, 80 tahun sudah usia Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke-80 seyogyanya menjadi momen istimewa bagi seluruh masyarakat.
“Dengan tema ‘Bersama Membangun Sumatera Barat Sejahtera dan Maju’, kebersamaan dan kerja sama seluruh lapisan masyarakat adalah kunci bagi kemajuan dan kesejahteraan Sumatera Barat,” ujar Gubernur Mahyeldi.
Ucapan Gubernur ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh lapisan masyarakat dan aparatur pemerintah untuk memperkuat semangat kebersamaan, menjaga persatuan, dan bekerja bersama memajukan Provinsi Sumatera Barat.
Sementara Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Vasko Ruseimy menekankan pentingnya menjadikan hari jadi Provinsi Sumbar ke-80 sebagai refleksi atas capaian dan tantangan ke depan.
Pemerintah daerah, katanya, terus memprioritaskan sektor pendidikan, kesehatan, UMKM dan ekonomi kreatif, pariwisata berbasis kearifan lokal, serta penguatan infrastruktur untuk memperlancar konektivitas antar wilayah.
“Usia 80 tahun adalah momentum refleksi. Sumbar pantas dibanggakan, bukan diremehkan. Kita harus bersama-sama menjaga marwah daerah, memperkuat identitas kultural, dan membuka jalan bagi pembangunan yang inklusif,” ujar Vasko.
Dengan semangat peringatan HUT ke-80, pemerintah daerah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat aktif mendukung program pembangunan. Capaian hari ini bukanlah tujuan akhir, melainkan pijakan untuk membawa Sumbar menuju masa depan yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Kinerja Disnakertrans Sumbar
Dalam RPJMD 2021-2026, tertera misi Kepala Daerah untuk meningkatkan daya saing masyarakat dengan indikator kinerja persentase angkatan kerja berpendidikan menengah ke atas.
Untuk itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumbar menetapkan tujuan strategis yakni meningkatnya daya saing angkatan kerja dan meningkatnya kesejahteraan transmigran.
Dari tujuan strategis tersebut, ada 6 sasaran strategis yang ingin dicapai yaitu meningkatnya kualitas tenaga kerja; meningkatnya serapan tenaga kerja; meningkatnya hubungan industrial yang harmonis; berkembangnya kawasan transmigrasi; meningkatnya akuntabilitas kinerja organisasi dan terakhir, meningkatnya kualitas pelayanan internal organisasi.
